Tinjau Lokasi Longsor di Pasirlayung, Jeje Pantau Evakuasi Korban ke-9
Pada sekitar pukul 03.00 dini hari, warga Desa Pasirlangu di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terbangun oleh gemuruh yang menggelegar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Pada sekitar pukul 03.00 dini hari, warga Desa Pasirlangu di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terbangun oleh gemuruh yang menggelegar.
Tak butuh waktu lama, banjir besar yang disertai longsor menghantam kawasan dengan kekuatan yang tak terduga, mencengangkan seluruh warga setempat.
“Total ada 34 keluarga atau sekitar 113 jiwa terdampak. Saat ini 23 orang berhasil selamat, 8 orang telah ditemukan meninggal dunia, baru saja bertambah satu korban dan sekitar 82 orang masih dalam status hilang,” ungkap Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail setelah melakukan tinjauan langsung ke lokasi kejadian, Sabtu 24 Januari 2026.
Dalam perjalanan hingga lokasi dan saat memeriksa kondisi lapangan, Jeje bahkan sempat terperosok karena tanah yang sangat labil dan medan yang berat.
Operasi pencarian dan penyelamatan yang melibatkan TNI, Polri, BPBD, perangkat desa dan kecamatan, serta relawan dari berbagai kalangan terus berjalan.
Namun, aktivitas harus dihentikan setiap kali hujan turun untuk menghindari risiko tambahan korban bagi tim penyelamat.
“Menurut informasi dari BMKG, potensi hujan tinggi akan tetap ada hingga bulan Februari mendatang," ujarnya.
"Ini membuat pekerjaan kita semakin berat, tapi kita tidak akan berhenti mencari korban yang masih hilang,” jelasnya.
Jeje menyebut, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menetapkan status darurat bencana mengingat skala kejadian yang sangat luas dan jumlah korban yang banyak.
Akses menuju lokasi terdampak sangat sulit, sehingga pihak berwenang bakal menurunkan petugas khusus untuk mengatur alur lalu lintas dan distribusi bantuan agar bisa sampai ke korban dengan cepat.
“Saat ini korban yang diungsikan ditempatkan di posko yang telah disiapkan, sebagian juga tinggal sementara di rumah saudara," katanya.
"Kami akan segera menyiapkan tempat tinggal yang layak jika diperlukan,” ucapnya.
Meski begitu, Jeje mengakui, belum bisa memastikan penyebab pasti kejadian dan masih dalam tahap kajian. Tak cuma itu, ia juga mengungkapkan kekhawatirannya terkait kondisi kawasan di atas lokasi longsor yang dikatakan memiliki potensi risiko lebih besar.
Ia berencana untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke area tersebut.
“Saya mengucapkan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban yang telah meninggal. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi," paparnya.
"Saya juga mengimbau seluruh warga di daerah rawan bencana, terutama di lereng bukit dan tanah miring, untuk tetap waspada karena curah hujan saat ini sangat tinggi,” pungkasnya.***
Editor : JakaPermana


