Tinjau Perbaikan Ruas Jalan, Komisi III DPRD KBB: Pembangunan Harus Diawasi Secara Serius
Jajaran Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal serius melakukan pengawasan terhadap proses pembangunan infrastruktur, khususnya sejumlah ruas jalan di wilayahnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Jajaran Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal serius melakukan pengawasan terhadap proses pembangunan infrastruktur, khususnya sejumlah ruas jalan di wilayahnya.
Demikian pernyataan Ketua Komisi III DPRD KBB, Pither Tjuandys saat melakukan pengawasan sejumlah proyek pembangunan ruas jalan di Bandung Barat, Senin 13 Oktober 2025.
"Jajaran Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat sudah melihat secara langsung pelaksanaan Jalan H.Gofur-Pakuhaji sepanjang 975 meter x 4,5 meter," kata Pither.
Termasuk, ruas Jalan Kebon Kalapa-Pasircalung yang dalam pengamatan pihaknya sudah cukup bagus dan rapi.
"Ini (Jalan H.Gofur-Pakuhaji) dalam pengamatan kami mulai dari atas sampai bawah pekerjaan yang dilakukan sudah cukup bagus rapi," ucapnya.
Bahkan, ungkap Pither, setiap pertigaan baik itu rumah warga maupun ruas jalan perkampungan langsung dilakukan pengecoran, sehingga masyarakat bisa dengan mudah melintas.
"Jadi begitu jalan kembali dibuka masyarakat bisa langsung gunakan. Biasanya kan kalau perbaikan jalan dengan beton yang tinggi itu selalu ada masalah. Kalau ini enggak langsung dibeton dan diratakan," ungkapnya.
Di tahun 2025, tegas Pither, baik DPRD KBB maupun Dinas PUTR bahwa pelaksanaan pembangunan infrastruktur ini harus diawasi dengan benar-benar serius.
"Kalau memang dalam hasil core drill atau coring (metode yang ideal untuk mengambil sampel inti dari proses pengaspalan jalan atau pemasangan beton yang telah selesai) tidak memenuhi berapa persen yang dikerjakan tentu dibayar sesuai progres pekerjaan yang ada," ujarnya.
"Artinya, ketika fisiknya sudah 100 persen dan hasil corenya dilihat," sambungnya.
Pither menegaskan bahwa titik coring tidak boleh ditentukan oleh pihak yang melakukan pekerjaan pembangunan. Namun, harus dinas yang datang dan menentukan titik coring.
"Kalau itu sudah sesuai kita bisa mendorong bahwa proses pekerjaan telah sesuai dengan perencanaannya. Jadi penilaiannya itu bikin PHO atau serah terimakan nanti," bebernya.
Pihaknya menilai, sejauh ini pekerjaan yang dilakukan kontraktor sudah cukup bagus. Salah satunya dari spesifikasi beton menggunakan ukuran 22 mm.
"Selain Jalan H.Gofur-Pakuhaji, semua progres pembangunan atau perbaikan jalan bakal terus dipantau dan diawasi.
Termasuk yang perbaikan jalan Kebon Kalapa-Pasircalung," imbuhnya.
Total, sebut Pither, ada 19 ruas jalan di Kabupaten Bandung Barat yang sudah ditinjau, sisanya ada 6 ruas jalan yang bakal kita cek.
"Pihak Dinas PUTR memastikan umur beton ini bisa bertahan selama 20 tahun. Karena jalan rusak ini sangat membahayakan pengguna jalan, perbaikan jalan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Karena ini APBD harus kembali ke rakyat," tandasnya.
Sebelumnya, Proyek perbaikan ruas jalan di sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai menunjukan progres positif. Bahkan, beberapa diantaranya sudah rampung dilakukan.
Diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat tengah melakukan perbaikan 19 ruas jalan di sejumlah titik di wilayahnya.
Adapun ruas jalan yang tengah diperbaiki, antara lain Jalan H. Gofur-Pakuhaji, Jalan Kebon Kalapa-Pasircalung, Jalan Cihideung-Ciwaruga, Jalan Cikole-Cikareumbi, Jalan Cikalongwetan, Rendeh-Ciharashas, Jalan Cangkorah-BTS. Leuwigajah, Jalan Maribaya-Patrol, Jalan Cangkorah-Giriasih.
Kemudian, Jalan Cipeundeuy-Ciroyom, Jalan Jalan Datar Puspa Mekarwangi-Batas Kabupaten Bandung, Jalan Warungawi-Pasirhaur (Bojongkoneng), Jalan Langensari-Sindangwaas.
Jalan Rongga-Cicadas, Jalan Rongga-Cipari, Jalan Cihampelas-Tanjungjaya, Jalan Rancapanggung-Puncakmulya/Batas Kutawaringin, Jalan Cikakak-Leuwinutug, Jalan SMP 1 Lembang, dan Jalan Cipatik-Leuwi Sapi.
Teranyar, progres perbaikan jalan H.Gofur-Pakuhaji sudah mencapai 100 persen. Sedangkan, Jalan Kebon Kalapa-Pasircalung progresnya sudaj mencapai 62,9 persen.
"Panjang penanganan sesuai kontrak itu sebenarnya 975 meter x 4,5 meter. Namun, dalam kenyataannya ada kelebihan sedikit menjadi 983 meter dari ujung ke ujung dengan lebar 4,5 meter," kata Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Aan Sopian saat ditemui saat pengawasan bersama Komisi III DPRD KBB, Senin 13 Oktober 2025.
Aan menyebut, perbaikan jalan H.Gofur-Pakuhaji ini ditargetkan rampung pada 21 Oktober 2025. Namun, sudah selesai dua pekan lebih awal.
"Tapi kita masih harus menunggu umur beton, sehingga jalan masih kita tutup sampai dua minggu ke depan dan baru bisa dibuka," sebutnya.
Dikatakan Aan, untuk perbaikan jalan H.Gofur-Pakuhaji seluruhnya dilakukan dengan betonisasi dalam satu segmen sepanjang 983 meter.
"Jadi nyambung total dan progresnya sudah 100 persen dan rencana PHO dijadwalkan besok atau lusa. Yang jelas minggu ini sudah PHO," imbuhnya.
Lebih lanjut Aan menuturkan, perbaikan jalan H.Gofur-Pakuhaji didanai dari APBD Bandung Barat senilai Rp2,4 miliar.
"Untuk ketebalan betonnya, yakni beton murni 20 dan 5 Lean Concrete (LC)," ucapnya.
Sementara itu, lanjut Aan, untuk ruas Jalan Kebon Kalapa-Pasircalung total panjang perbaikan mencapai 1,6 kilometer x 4-5 meter yang terbagi dalam lima segmen.
"Untuk Jalan Kebon Kalapa-Pasircalung ini dibagi lima segmen dengan total anggaran perbaikan sebesar Rp4,4 miliar dari APBD KBB," ujarnya.
Aan menyebut, perbaikan jalan Kebon Kalapa-Pasircalung ditargetkan rampung pada 30 Oktober 2025 dan dilakukan dengan betonisasi.
"Untuk progres sampai hari sudah mencapai 62,9 persen," tandasnya.***
Editor : JakaPermana

