Tirta Pakuan Lakukan Pemeliharaan SPAM Katulampa, Ini yang Dilakukan
PD Tirta Pakuan Kota Bogor menggelar pemeliharaan sistem pada SPAM Katulampa hari ini, Senin 16 Mei 2022.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor- Perusahaan Umum Daerah Tirta Pakuan Kota Bogor melakukan pemeliharaan pada sistem penyediaan air minum (SPAM) Katulampa pada Senin 16 Mei 2022.
Pemeliharaan SPAM Katulampa oleh Tirta Pakuan meliputi penggantian gate valve dan juga pemeliharaan pada instalasi pengolahan air.
Direktur Teknik Perumda Tirta Pakuan Ardani Yusuf mengatakan, dua kegiatan tersebut sebagai bentuk pemeliharaan pelayanan pada zona 7, penggantian gate valve dari sistem butterfly valve ini untuk memaksimalkan pasokan air baku ke SPAM Katulampa mengingat kondisinya saat ini terganjal sampah.
Baca Juga: Sedang Puasa Syawal, Apakah Keramas dan Gosok Gigi Bisa Membatalkannya? Ini Penjelasan Buya Yahya
"Jadi kami akan melakukan pemeliharaan di prasedimentasi, dimana diketahui semua bahwa kemarin banyak terkendala dengan kekeruhan cukup tinggi di zona 7. Nah, kami akan mengganti gate valve diameter 70 sentimeter dari awalnya butterfly valve," ungkap Ardani.
Ardani, penggantian gate valve tersebut yang dilaksanakan pada Senin dengan proses pekerjaan dimulai pukul 08.00 WIB dan diperkirakan selesai pukul 16.00 WIB.
Dengan adanya kegiatan ini tentunya akan menghentikan produksi air 300 liter per detik di SPAM Katulampa.
"Pelaksanaan penggantian gate valve sudah dipersiapkan jauh-jauh hari dan ditentukan tanggal 16 Mei ini. Kami kemarin juga sudah evaluasi terkait persiapan. Persiapan material dipastikan sudah ada di lapangan sebelum pelaksanaan dan saat ini sudah 100 persen untuk material," tuturnya.
Baca Juga: Berkunjung ke Space X, Jokowi Undang Langsung Elon Musk Untuk Datang ke Indonesia
Ardabi membeberkan, sebelum pelaksanaan di hari H ini, sudah dilaksanakan simulasi terlebih dulu.
Hal ini sebagai langkah antisipasi agar pada saat pelaksanaan nanti jangan sampai ada terkendala teknis dan sebagainya.
Masih kata Ardani, selama penghentian produksi air akan dimanfaatkan untuk melakukan pemeliharaan pada instalasi pengolahan air SPAM Katulampa, yaitu pengurasan sedimentasi dan pembersihan filtrasi.
"Jadi ada dua program yang kami lakukan, yaitu penggantian gate valev dan juga pemeliharaan SPAM Katulampa," jelasnya.
Ardani menegaskan, dirinya mengingatkan kepada departemen pengaliran untuk mengantisipasi kemungkinan pelayanan berhenti selama delapan jam.
Baca Juga: Libur Long Weekend, Satlantas Cianjur Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Dirinya juga meminta bagian produksi untuk mengoptimalkan produksi air pada saat malam hari, sehingga level air maksimum 4,40 meter sudah tercapai di pagi hari.
"Kemudian dalam pengaliran kami akan dibantu dari zona 1 pasokan dari WTP Cikeureuteg 40 liter per detik dan mata air Tangkil 120 liter per detik termasuk dari zona 2 yang dipasok IPA Bantar Kambing untuk beberapa wilayah zona 7, seperti Griya Katulampa, Parung Banteng dan juga Bantar Kemang," terangnya.
Masih kata Ardani, namun pelayanan yang kemungkinan besar agak terganggu di zona 7, antara lain Kemang Regency, Pajajaran Indah, Villa Duta, pihaknya akan menerapkan pengaturan pendistribusian air untuk di wilayah-wilayah tersebut.
Ia juga telah berkoordinasi dengan departemen umum untuk menyiapkan tangki air untuk wilayah-wilayah tersebut.
Baca Juga: Berikan Layanan Prima, XL Home Jalin Kerja Sama dengan Vidio dan Tokopedia
"Ini kalau terganggu hanya beberapa wilayah saja, tidak seluruhnya zona 7, minimal MBR, Sukaraja, Cimahpar, Raden Kanan sampai Cibuluh diusahakan tidak terganggu," tuturnya.
Ardani menekankan, rencana penggantian gate valve ini betul-betul matang lantaran jangan sampai terjadi molor dalam pekerjaannya. Sehingga ketika pekerjaan selesai bisa langsung kembali memproduksi air.
"Jika pemeliharaan selesai 8 jam, mulai produksi lagi, mengisi lagi pada malam hari, mudah-mudahaan untuk wilayah bawah dari Cimahpar ke Cibuluh tidak terganggu, tetapi pada wilayah atas biasanya recovery minimal 1 hari," pungkasnya.***(Rizki Mauludi)
Editor : inilahkoran


