TPST Pasirbuluh Jadi Magnet Investor Internasional, KBB Tampil di WJIC
Isu pengelolaan sampah yang selama ini kerap menjadi tantangan lingkungan, kini justru berubah menjadi peluang investasi bernilai ekonomi tinggi bagi KBB.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Isu pengelolaan sampah yang selama ini kerap menjadi tantangan lingkungan, kini justru berubah menjadi peluang investasi bernilai ekonomi tinggi bagi Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Dalam ajang West Java Investment Roadshow 2026 yang digelar di Krakatau Ballroom, T-Tower Bank bjb, Jakarta Selatan, Kamis (8/10/2026), proyek Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Pasirbuluh menjadi sorotan utama.
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail memaparkan proyek unggulan hasil West Java Investment Challenge (WJIC) 2026 ini di hadapan calon investor nasional maupun internasional, membuktikan solusi lingkungan juga bisa menjadi bisnis yang menguntungkan dan berkelanjutan.
"Kami menyambut baik ketertarikan dari dua perwakilan perdagangan internasional, yakni Enterprise Singapore dan MATRADE Malaysia," kata Jeje dalam keterangannya, Jumat (9/10/2026).
"Ini menunjukkan bahwa isu pengelolaan sampah di Bandung Barat tidak hanya dilihat sebagai masalah, tetapi sebagai peluang investasi yang bernilai ekonomi tinggi di mata internasional," ungkapnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB Ibrahim Ajie menyebut, TPST Pasirbuluh yang berlokasi di Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, menjadi langkah penting mengantisipasi rencana penutupan TPA Sarimukti.
Dia menilai, tanpa adanya fasilitas pengolahan mandiri, biaya pengangkutan sampah Bandung Barat ke TPPAS Legok Nangka diperkirakan dapat melonjak hingga lima kali lipat.
"TPST berbasis ekonomi sirkular ini dirancang mengolah sampah wilayah utara, yakni Lembang, Parongpong, Cisarua langsung dari sumbernya mengubah sampah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus menekan biaya pengelolaan secara drastis," jelas Ibrahim.
Sementara, Kepala DPMPTSP KBB Hendra Trismayadi menegaskan kesiapan pihaknya mengawal proses investasi hingga terealisasi.
"Kami akan melakukan pendampingan intensif, fasilitasi perizinan yang cepat, transparan, dan memberikan kepastian berusaha agar minat ini bisa berlanjut ke tahap studi kelayakan dan komitmen investasi nyata," tegasnya.
Editor : Doni Ramdhani
