Transisi Pengelolaan Berjalan Lancar: Harapan Baru Bandung Zoo

BANDUNG Zoo bersiap memasuki babak baru. Bersamaan dengan itu, masa depan para eks pekerja ikut ditata.

Transisi Pengelolaan Berjalan Lancar: Harapan Baru Bandung Zoo
PROSES TRANSISI: Situasi Kebun Binatang Bandung saat masih beroperasi. Pemerintah Kota Bandung memastikan proses transisi pengelolaan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) berjalan baik, termasuk menuntaskan aspek sosial yang berkaitan dengan para eks pekerja yang terdampak perubahan pengelolaan.(ANTARA/RUBBY JOVAN)

Perubahan pengelolaan Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo tidak hanya menyangkut kawasan, satwa, dan fasilitas. Di balik proses transisi menuju pengelolaan baru, ada para pekerja yang ikut terdampak dan kini menanti kepastian untuk melanjutkan kehidupan mereka.

Pemerintah Kota Bandung menempatkan persoalan sosial tersebut sebagai salah satu prioritas dalam masa transisi pengelolaan Bandung Zoo bersama pihak pengelola baru, Faunaland.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, penataan aspek sosial perlu dituntaskan sebelum proses revitalisasi dilanjutkan secara lebih terarah.

"Untuk saat ini, prioritas Pemkot Bandung adalah memastikan proses transisi pengelolaan Kebun Binatang Bandung berjalan dengan baik, termasuk menuntaskan aspek sosial yang berkaitan dengan eks pekerja," kata Farhan, seperti dikutip dari ANTARA, Minggu (4/10).

Bagi para eks pekerja, masa transisi bukan sekadar perubahan pengelola. Ada keberlanjutan pekerjaan yang harus dipikirkan setelah bertahun-tahun menjadi bagian dari kehidupan Bandung Zoo.

Pemkot Bandung kini menyiapkan kesempatan kerja bagi eks karyawan yang terdampak perubahan pengelolaan. Upaya tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan keterampilan dan pengalaman yang selama ini mereka miliki.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung Yayan Ahmad Brilyana mengatakan hasil asesmen yang dilakukan Faunaland menjadi salah satu dasar untuk menentukan peluang penempatan kerja.

"Hasil asesmen tersebut menjadi salah satu dasar bagi kami untuk melihat peluang penempatan kerja yang sesuai dengan kompetensi masing-masing serta kebutuhan tenaga kerja yang tersedia," ujar Yayan.

Dari 121 eks karyawan Bandung Zoo, sebanyak 57 orang tercatat sebagai pekerja terdampak. Mereka datang dengan pengalaman yang beragam, mulai dari perawatan satwa, operasional, sarana dan prasarana, pertamanan, nutrisi satwa, pelayanan tiket hingga administrasi.

Pengalaman tersebut menjadi modal dalam mencari ruang kerja baru. Pemkot Bandung dan Faunaland menyepakati rencana penempatan dengan mempertimbangkan kompetensi para eks karyawan sekaligus kebutuhan tenaga kerja di masing-masing perangkat daerah.

Pola penempatan nantinya menggunakan tenaga outsourcing atau kontrak perorangan sesuai kebutuhan dan mekanisme yang berlaku. (gin)


Editor : Inilahkoran