Transmigrasi Patriot, Skema Iftitah Sulaiman Wujudkan Hilirisasi
Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanegara mengungkapkan, pihaknya tengah merancang skema besar dalam program transmigrasi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Menteri transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanegara mengungkapkan, pihaknya tengah merancang skema besar dalam program transmigrasi.
Dimana secara berjangka, program ini disiapkan bahkan hingga 25 tahun ke depan. Belanja masalah, berujung dengan terciptanya ide membuat program bertajuk transmigrasi Patriot.
Generasi muda terpilih, kata Iftitah Sulaiman, disiapkan dengan diberikan pendidikan dan pelatihan dasar militer sekitar dua bulan sebagai komponen cadangan (Komcad). Mereka lalu ditempatkan di kawasan transmigrasi selama tiga bulan, tinggal bersama masyarakat setempat untuk praktik lapangan akan dinamika apa saja yang harus mereka hadapi.
"Tahap ini dianggap sebagai proses matrikulasi atau kawah candradimuka, bagi para patriot transmigrasi," ujarnya usai kegiatan Temu Korps Menteri transmigrasi dan Wakil Menteri ATR/BPN dengan warga Korps Kavaleri TNI AD di Markas Pussenkav TNI AD, Kota Bandung, Jumat 6 Desember 2024.
Selanjutnya lanjut dia, para patriot transmigrasi yang lolos seleksi akan diberangkatkan ke universitas-universitas terbaik dunia, sesuai dengan tantangan dan potensi di kawasan transmigrasi.
"Sebagai contoh, jika fokus kawasan transmigrasi adalah perikanan, maka mereka akan belajar di sekolah terbaik dunia di bidang perikanan," ucapnya.
Setelah menyelesaikan pendidikan sambung Iftitah Sulaiman, mereka akan kembali ke kawasan transmigrasi untuk mengabdi selama 5 hingga 10 tahun.
Setelah masa pengabdian, mereka akan diberikan pilihan, tetap tinggal di kawasan transmigrasi atau melanjutkan karier di tempat lain.
"Jika mereka memilih tinggal di kawasan transmigrasi, pemerintah akan memberikan berbagai insentif, seperti rumah tinggal atau lahan sesuai bidang mereka," kata dia.
Selain itu, Kementerian transmigrasi juga akan melaksanakan program transmigrasi secara tematik. Program ini tidak hanya berfokus pada pertanian, tetapi juga pada sektor lain seperti perikanan, peternakan, pariwisata, hingga sektor maritim seperti budidaya terumbu karang dan lain-lain.
"Program ini akan merekrut seluruh generasi muda Indonesia, tanpa terkecuali, untuk bersama-sama mengembangkan kawasan transmigrasi sesuai potensi dan kekayaan alam Indonesia," tuturnya.
Kecuali Papua kata dia, karena pihaknya ingin memaksimalkan masyarakat lokal, dengan fokus utama pada revitalisasi 10 kawasan transmigrasi yang sudah ada di Papua.
Harapannya ke depan, mimpi besar Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan hilirisasi di semua sektor dapat terealisasi. Salah satu caranya adalah, dengan berkolaborasi bersama dunia usaha.
Contohnya, menggandeng perusahaan asing seperti industri cokelat. Dimana kelak mulai dari lahan, tenaga kerja semua disiapkan namun dengan catatan harus membangun pabrik di kawasan transmigrasi.
"Dengan demikian, sesuai arahan Bapak Presiden, hilirisasi dapat dilakukan sehingga nilai tambah dari hasil pertanian kakao dapat dirasakan langsung oleh petani. Hal ini juga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat transmigrasi dan menciptakan nilai ekonomi yang lebih tinggi," paparnya.
Sementara Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan mengatakan kunjungannya bersama Menteri transmigrasi Iftitah Sulaiman ke Markas Pussenkav TNI AD dalam rangka memenuhi undangan temu korps seluruh perwira kavaleri.
Momen ini juga menjadi ajang membangun sinergitas, dalam implementasi program kementerian. Dimana harapannya, dapat bersama-sama membangun Indonesia.
"Ada banyak hal yang dapat kami lakukan bersama, antara TNI dengan kementerian kami. Namun, semuanya tentu harus dibicarakan lebih detail untuk menyusun pedoman pelaksanaannya," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani


