Trayek Lembang Husein Masih Tunggu Persetujuan

Pesawat mungkin segera kembali mendarat di Bandara Husein Sastranegara.Namun, sebelum roda-roda pesawat menyentuh landasan, Pemerintah Kota Bandung

Trayek Lembang Husein Masih Tunggu Persetujuan
AKSES TRANSPORTASI: Aktivitas di Bandara Husein Sastranegara beberapa waktu lalu. Pemkot Bandung mendorong, tersedianya akses transportasi umum menuju Bandara Husein Sastranegara

Oleh: Yogo Triastopo

INILAH, Bandung - Pesawat mungkin segera kembali mendarat di Bandara Husein Sastranegara. Namun, sebelum roda-roda pesawat menyentuh landasan, Pemerintah Kota Bandung lebih dulu ingin memastikan satu hal sederhana: masyarakat punya jalan untuk mencapainya.

Karena itu, bukan hanya terminal dan landasan yang dipersiapkan. Jalur transportasi menuju bandara pun mulai disusun. Salah satu yang kini diperjuangkan adalah hadirnya trayek angkutan umum Lembang–Bandara Husein Sastranegara.

Bagi warga Lembang dan kawasan Bandung Utara, trayek ini diharapkan menjadi penghubung baru menuju pintu gerbang udara Kota Bandung tanpa harus berganti kendaraan berkali-kali.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Rasdian Setiadi mengatakan usulan trayek tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Perhubungan. Saat ini, pihaknya masih menunggu persetujuan.

"Kopamas sudah berkirim surat terkait trayek Lembang-Husein. Memang belum ada jawaban, tapi minggu ini saya akan mengejar, jemput bola ke Kemenhub berkaitan dengan itu," ujar Rasdian, Senin (27/7). 

Jika usulan disetujui, kendaraan hanya diperbolehkan masuk ke area bandara untuk mengantar dan menjemput penumpang. Angkutan tidak akan menunggu ataupun parkir di dalam kawasan bandara agar arus kendaraan tetap lancar.

"Masuk hanya untuk drop penumpang, tidak parkir. Setelah itu jalan lagi," katanya.

Gagasan menghadirkan angkutan umum ke Husein sebenarnya bukan hal baru. Sebelum bandara berhenti melayani penerbangan komersial, angkutan jurusan Gunung Batu–Stasiun pernah melayani penumpang hingga ke area bandara. Kini, Dishub mencoba menghadirkan rute baru yang menjangkau lebih banyak masyarakat.

Selain trayek reguler, Pemkot Bandung juga mulai menyiapkan berbagai aspek pendukung operasional bandara. Koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk terkait layanan transportasi daring.

Namun, untuk operasional Grab maupun Gojek, Rasdian menegaskan kewenangannya berada di pihak pengelola kawasan bandara karena aset tersebut berada di bawah Lanud. Mekanisme pengaturan kendaraan daring akan ditentukan melalui koordinasi dengan koperasi Lanud.

Di luar itu, perhatian utama pemerintah tetap tertuju pada kelancaran lalu lintas. Jangan sampai kembalinya aktivitas penerbangan justru menghadirkan kemacetan baru di sekitar kawasan bandara. 

Persiapan fisik pun mulai dilakukan. Penerangan jalan, marka, rambu petunjuk, traffic cone, hingga water barrier disiapkan untuk menyambut kembali aktivitas di Bandara Husein Sastranegara. (gin)


Editor : Inilahkoran