Tren Belanja Ramadan Meningkat, FWD Insurance Dorong Perlindungan Finansial Keluarga
Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga periode dengan dinamika pengeluaran rumah tangga yang meningkat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga periode dengan dinamika pengeluaran rumah tangga yang meningkat.
Hasil survei Future Insights into Ramadan and Eid 2025 yang dilakukan Jakpat menunjukkan 52 persen responden muslim menyiapkan anggaran lebih besar selama Ramadan, dibandingkan bulan biasa maupun Ramadan tahun sebelumnya.
Kenaikan anggaran tersebut terutama dialokasikan untuk kegiatan keagamaan dan kebutuhan keluarga. Sebanyak 82 persen responden mengalokasikan dana untuk zakat, infak, dan sedekah, disusul kebutuhan makanan selama Ramadan dan Lebaran sebesar 75 persen. Sementara itu, 66 persen responden menyiapkan anggaran untuk kegiatan buka puasa bersama, 62 persen untuk belanja, 37 persen untuk mudik, serta 31 persen untuk perjalanan atau liburan.
Data tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam merencanakan pengeluaran selama bulan suci. Di sisi lain, Ramadan juga menjadi momentum penting bagi keluarga untuk memperkuat fondasi keuangan jangka panjang. Melihat tren tersebut, FWD Insurance Indonesia mendorong peningkatan literasi asuransi syariah sebagai bagian dari perencanaan finansial yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Direktur sekaligus Chief Technology & Operations Officer FWD Insurance, Slamet Riyoso, menilai Ramadan sering dimanfaatkan keluarga untuk melakukan refleksi terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk kesiapan finansial di masa depan.
“Ramadan sering menjadi waktu bagi keluarga untuk berhenti sejenak dan merefleksikan berbagai aspek kehidupan, termasuk kesiapan finansial. Dalam konteks tersebut, asuransi dengan prinsip syariah dapat menjadi bagian dari perencanaan risiko yang dikelola berdasarkan prinsip syariah dan transparansi, melalui mekanisme berbagi risiko yang menghadirkan solusi perlindungan secara adil dan berkelanjutan,” ujar Slamet dalam keterangannya, Jumat 13 Maret 2026.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, FWD Insurance menghadirkan berbagai produk perlindungan jiwa dan kesehatan yang dikelola sesuai prinsip syariah. Produk-produk ini dirancang untuk menjawab kebutuhan keluarga modern dengan proses yang lebih sederhana dan mudah dipahami.
Salah satunya adalah Asuransi Bebas Handal, produk asuransi kesehatan berbasis syariah yang memberikan manfaat perlindungan rawat inap akibat penyakit atau cedera. Produk ini menawarkan kontribusi mulai Rp75 ribu per bulan untuk nasabah hingga usia 60 tahun, dengan manfaat perlindungan biaya kesehatan hingga Rp100 juta per tahun.
Selain itu, FWD Insurance juga menghadirkan FWD Berkah Pendidikan, produk asuransi dwiguna berbasis syariah yang memberikan manfaat dana pendidikan bagi anak saat memasuki usia 18 tahun, baik secara sekaligus maupun berkala selama empat tahun.
Produk ini juga dilengkapi perlindungan finansial seperti santunan meninggal dunia, manfaat cacat tetap total, hingga perlindungan penyakit kritis, serta pembebasan kontribusi lanjutan apabila risiko tersebut terjadi pada orang tua.
Selain menghadirkan solusi perlindungan, perusahaan juga aktif meningkatkan literasi keuangan masyarakat melalui berbagai konten edukatif. Pada Ramadan 2026, FWD Insurance menghadirkan program FWD Vodcast Ramadan bertajuk 'Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya' yang menampilkan Ahmad Risyad bersama ayahnya Muhammad bin Ali.
Melalui dialog yang hangat dan reflektif, program tersebut mengangkat diskusi tentang tanggung jawab finansial dalam keluarga serta pentingnya menyiapkan perlindungan yang selaras dengan nilai dan keyakinan.
“Melalui pendekatan yang sederhana dan mudah dipahami, kami ingin membantu masyarakat melihat asuransi syariah sebagai bagian dari perencanaan hidup yang utuh. Dengan perencanaan yang tepat, keluarga dapat menjalani Ramadan dan terus Celebrate Living dalam setiap fase kehidupan dengan lebih tenang dan penuh makna. Ini merupakan upaya kami dalam mewujudkan visi mengubah cara pandang masyarakat tentang asuransi,” tutupnya.***
Editor : JakaPermana


