UMKM Dianaktirikan, Paguyuban Pengusaha Lokal KBB Siap Jadi Penopang Ekonomi

Para pelaku UMKM kerap terabaikan dari keterlibatan proyek pembangunan daerah, serta minim bimbingan dan ruang bersaing yang setara untuk mengembangkan potensi.

UMKM Dianaktirikan, Paguyuban Pengusaha Lokal KBB Siap Jadi Penopang Ekonomi
Ketua Paguyuban Pengusaha Lokal KBB Mochamad Ilyas Lambe mengatakan, hingga saat ini pengusaha lokal, termasuk UMKM dan kontraktor masih dianaktirikan. (agus satia negara)

INILAHKORAN.ID - Meskipun pemerintah kerap mengklaim keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian nasional, kenyataan pahit justru menimpa para pelaku usaha di Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Ketua Paguyuban Pengusaha Lokal KBB Mochamad Ilyas Lambe mengatakan, hingga saat ini pengusaha lokal, termasuk UMKM dan kontraktor masih dianaktirikan.

Menurutnya, para pelaku UMKM kerap terabaikan dari keterlibatan dalam proyek pembangunan daerah, serta minim bimbingan dan ruang bersaing yang setara untuk mengembangkan potensi yang sebenarnya sudah dimiliki.

Lebih jauh, Ilyas menyoroti lemahnya jembatan komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan pelaku usaha lokal sebagai akar masalah yang membuat potensi besar ini tidak tergali secara maksimal. 

Tak hanya itu, dia juga mengungkap fakta yang menuai memprihatinkan, di mana sejumlah proyek strategis di wilayah seperti Cisokan justru dikerjakan oleh pihak dari luar daerah bahkan dari luar negeri.

"Sementara kontraktor lokal yang sebenarnya memiliki kapasitas dan pengetahuan mendalam mengenai kondisi wilayah kerap terpinggirkan tanpa diberi kesempatan yang layak untuk berkontribusi dan menggerakkan roda ekonomi dari dalam daerah sendiri," ungkapnya.

Di singgung terkait kondisi ekonomi yang tengah anjlok, Ilyas menuturkan, Paguyuban Pengusaha Lokal kini hadir membawa visi besar untuk menyatukan seluruh elemen pelaku usaha mulai dari UMKM, perhotelan, kontraktor, hingga industri besar dan perbankan agar bersinergi dan bergerak bersama membantu pemerintah mewujudkan kemajuan yang merata. 

"Saat ini, paguyuban telah berhasil menggabungkan kekuatan hampir 30 perusahaan yang sebagian besar bergerak di sektor industri dan perbankan antara lain PT Royal, PT Amidis, Bank Jabar, serta Bank BTN," tuturnya. 

Ke depannya, Ilyas berkomitmen memperluas jangkauan hingga ke tingkat kecamatan dan desa, melakukan pemetaan potensi secara menyeluruh, menilai kelayakan produk, serta membimbing para pelaku usaha agar tidak berjalan tanpa arah.

"Sehingga menjadikan paguyuban ini seolah sebagai bapak angkat yang memastikan setiap usaha lokal mampu tumbuh, bersaing, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Bandung Barat," tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani