Ungkap Alasan Pengemis Enggan Beralih Profesi, Dinsos Kota Cimahi: Mereka bisa Raup Rp300 Ribu Per Hari
Tak cuma itu, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cimahi menemukan fakta adanya sejumlah pengemis yang mampu meraup cuan hingga Rp300 ribu per hari.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Seolah menjanjikan, keberadaan pengemis dan gepeng kian marak dan tersebar di sejumlah jalan arteri di Kota Cimahi.
Tak cuma itu, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cimahi menemukan fakta adanya sejumlah pengemis yang mampu meraup cuan hingga Rp300 ribu per hari.
Bahkan, apabila dalam kondisi sepi mereka bisa mengantongi uang untuk dibawa pulang sebesar Rp250 ribu per hari.
"Apalagi kalau sambil bawa anak bisa lebih signifikan lagi hasilnya," kata Analis Rehabilitasi Sosial Dinsos Cimahi, Acep Oemar saat dikonfirmasi belum lama ini.
Menurutnya, fakta tersebut kian membuat para pengemis atau gepeng enggan meninggalkan kebiasaan tersebut.
Alhasil, upaya pembinaan dan rehabilitasi pun sering tidak efektif karena mengemis dianggap lebih menjanjikan secara ekonomi.
"Karena hasil dari mengemis cukup menjanjikan," ujarnya.
Acep menjelaskan, pihaknya kerap menawarkan rujukan rehabilitasi untuk memenuhi kebutuhan dasar para gepeng. Termasuk, memfasilitasi pengurusan administrasi jika mereka belum memiliki dokumen kependudukan.
"Kami pun akan memfasilitasi bila mereka belum memiliki surat-surat untuk kelengkapan administrasi," jelasnya.
Tak cuma itu, lanjut Acep, untuk mencegah masuknya gepeng ke wilayah Cimahi, Dinsos juga mengaktifkan Tim Reaksi Cepat yang bertugas melakukan penyisiran dan menelusuri asal-usul mereka di lokasi-lokasi yang menjadi tempat mangkal.
"Setelah penelusuran asal usul mereka, dan terbukti bukan warga Cimahi, maka akan dikembalikan ke tempat mereka berasal," bebernya.
Kendati demikian, sebut Acep, usai dikembalikan ke daerah asal, banyak dari mereka yang kembali ke Cimahi. Sebab, kebiasaan mengemis telah menjadi bagian dari pola pikir dan rutinitas mereka.
"Tugas kami hanya mengangkut mereka, sedang penindakannya dilakukan pihak Satpol PP. Sebelumnya, ditawarkan pada mereka untuk rehabilitasi terlebih dulu," ujarnya.
"Dari kasus-kasus sebelumnya, ketika sudah dikembalikan ke tempat asalnya, mereka bakal kembali, karena sudah jadi kebiasaan mereka mengemis, mentalnya sudah begitu," tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti


