Usai Salat Iduladha, Bey Machmudin Dapati Kondisi Warga yang Tak Terperhatikan di Kawasan Wisata Lembang
Suasana perayaan Hari Raya Iduladha 1445 H terasa berbeda di Kampung Babakan Ampera RW 16, Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Senin 17 Juni 2024.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Suasana perayaan Hari Raya Iduladha 1445 H terasa berbeda di Kampung Babakan Ampera RW 16, Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Senin 17 Juni 2024.
Betapa tidak, momen Hari Raya Haji kali ini mereka kedatangan Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin bersama keluarga untuk melaksanakan salat Iduladha bersama masyarakat sekitar.
Dengan menggunakan sepeda motor, Bey menembus rimbunnya pepohonan Gunung Putri untuk bisa menjangkau lokasi salat Iduladha yang berada di lapangan yang dikelilingi perbukitan tersebut.
Kendati berada di kawasan wisata Lembang yang sohor, namun faktanya kampung itu agak terpencil.
"Saya memilih salat Iduladha di sini (Jayagiri), karena kalau salat di Gedung Sate itu sudah biasa," kata Bey kepada wartawan.
"Akhirnya saya ditawarkan salat di sini, karena katanya ini jadi salah satu daerah paling padat," sambungnya.
Tak sendiri, orang nomor satu di Jawa Barat itu juga memboyong istri, anak, dan ibundanya saat melaksanakan salat Iduladha bersama warga Kampung Babakan Ampera yang dihuni 1.327 Kepala Keluarga (KK) itu, ada sekitar 600 jiwa yang termasuk dalam kategori prasejahtera.
"Terima kasih sudah menerima saya dan keluarga dengan baik. Saya menikmati perjalanan ke sini, karena tadi naik turun, terus di sini suasananya masih sangat asri, sejuk, dan guyub warganya," ucapnya.
Selain melaksanakan salat Iduladha, Bey juga menitipkan hewan kurban atas nama dirinya dan keluarganya. Ada empat hewan kurban yang dititipkan untuk warga kampung tersebut.
"Saya serahkan juga tadi hewan kurban atas nama keluarga saya. Ada 1 ekor sapi dan 3 ekor domba. Dari pribadi," ucapnya.
Usai salat Iduladha, Bey juga menyempatkan diri menyusuri tiap sudut Kampung Babakan Ampera yang padat penduduk.
Dinding rumah nyaris menempel satu sama lain, hanya terpisah jalan gang yang bisa dilewati satu sampai dua orang.
"Tadi sempat keliling, kita akan bantu perbaikan MCK karena ada yang rusak, jalan juga," ujarnya.
"Sangat disayangkan karena sebetulnya ini di kawasan Lembang yang wisatanya ramai, tapi kurang terperhatikan," katanya.***
Editor : JakaPermana


