Usai Terima Amnesti, Hasto Kristiyanto Tegaskan Loyalitas dan Serukan Persatuan
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, resmi menghirup udara bebas setelah memperoleh amnesti dari Presiden Prabowo Subianto
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, resmi menghirup udara bebas setelah memperoleh amnesti dari Presiden Prabowo Subianto. Momen pembebasan ini tidak hanya menjadi titik balik pribadi bagi Hasto, tetapi juga simbol kuat persatuan politik di tengah perbedaan.
Hasto meninggalkan Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (Rutan KPK) pada Jumat malam (1/8) pukul 21.23 WIB.
Didampingi sejumlah kader partai, ia menyampaikan rasa syukurnya atas keputusan politik yang dianggapnya sebagai jawaban atas perjuangan untuk mendapatkan keadilan yang hakiki.
“Saya mengucapkan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas anugerah kebebasan ini,” ujar Hasto dalam pernyataan resminya sesaat setelah keluar dari rutan.
amnesti yang diberikan oleh Presiden Prabowo, menurut Hasto, mencerminkan pemahaman terhadap substansi keadilan dan makna konstitusional. Ia menyampaikan apresiasi atas penggunaan hak prerogatif kepala negara yang juga telah memperoleh pertimbangan dari DPR RI.
“Keputusan Presiden Prabowo telah menjawab pledoi saya tentang keadilan. Ini adalah wujud penggunaan hak prerogatif yang bijaksana,” ujarnya.
Di sisi lain, Hasto juga menegaskan kembali loyalitasnya kepada PDI Perjuangan dan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Ia menyebut bahwa dukungan dari Megawati serta semangat kader partai menjadi kekuatan moral selama ia menjalani masa penahanan.
“Saya berterima kasih atas doa dan dukungan dari Ibu Megawati dan seluruh kader PDI Perjuangan yang terus menyuntikkan spirit perjuangan,” tuturnya.
Kebebasan Hasto diyakini menjadi momentum konsolidasi internal partai menjelang tahun politik yang semakin dinamis. Ia pun menyerukan persatuan di tengah perbedaan serta perlunya membangun sistem hukum yang berpihak pada keadilan substansial.
Momen ini sekaligus menandai salah satu bab penting dalam dinamika politik nasional, di mana hubungan antara kekuasaan dan oposisi diperlihatkan tidak hanya lewat konflik, tapi juga kemungkinan dialog dan rekonsiliasi.
Editor : Firda Rachmawati

