Usulan Tidak Disetujui Semua, Kepala SDN Tegal Benteng Ungkap Siswa Terpaksa Belajar di Rombel yang Rusak Berat dan Mengungsi ke Rumah Warga
Kepala SDN Tegal Benteng Suparman mengatakan, sekolah yang berada di Desa Babakan Raden, Cariu, Kabupaten Bogor itu sudah beberapa kali mengusulkan rehabilitasi gedung sekolah ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Kepala SDN Tegal Benteng Suparman mengatakan, sekolah yang berada di Desa Babakan Raden, Cariu, Kabupaten Bogor itu sudah beberapa kali mengusulkan rehabilitasi gedung sekolah ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.
Namun, dia mengaku hampir setiap kali diajukan usulan rehab SDN Tegal Benteng tersebut selalu kandas. Alasannya klise karena Pemkab Bogor mengalami keterbatasan anggaran.
"Saya sudah mengusulkan, bahkan sebelum tahun 2022, saat saya mulai bertugas di SDN Tegal Benteng.Tahun 2023 sempat masuk prioritas, tapi tiba-tiba menghilang. Tahun 2024, dan sebelumnya alasan tidak jadi direhab karena terbatasnya anggaran," kata Suparman kepada wartawan, Kamis 4 September 2025.
Suparman menuturkan, tahun ini sebanyak 3 ruang rombongan belajar (Rombel) sekolahnya mendapatkan ploting rehabilitasi, dengan besar anggaran mencapai Rp536 juta.
Sedangkan, 3 ruang Rombel yang kondisinya lebih parah kerusakannya, tidak mendapatkan anggaran perbaikan, rehabilitasi atau pembangunan ulang.
Kini, 5 kelas siswa-siswi SDN Tegal Benteng pun dipaksa berdesakan untuk belajar di ruang kelas yang rusak. Sebagai gambaran, ruang kelas itu tidak berpintu, tidak berkeramik, bahkan tidak berplafon.
Sedangkan, 1 kelas lagi diungsikan kegiatan belajar mengajarnya ke rumah warga yang lokasinya tidak jauh dari SDN Tegal Benteng.
"Harapan kami semua ruang Rombel baik yang rusak maupun rusak berat, direhabilitasi atau dibangun ulang. Namun, anggarannya tidak cukup, karena yang ruang Rombelnya rusak berat, itu butuh anggaran Rp1 miliar untuk membangun ulang," tutur pria yang pernah berkarir sebagai polisi hutan di Perhutani Purwakarta tersebut.
Editor : Doni Ramdhani

