Vasektomi Jadi Syarat Penerima Bansos Tuai Pro Kontra, Mensos Bakal Kaji Usulan Dedi Mulyadi
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa pemerintah tengah mengkaji usulan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait penerapan program vasektomi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa pemerintah tengah mengkaji usulan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait penerapan program Keluarga Berencana (KB), termasuk metode vasektomi, sebagai syarat bagi masyarakat untuk menerima bantuan sosial (bansos) dan beasiswa.
"Ya, saat ini kami masih mempelajari ide tersebut. Semua aspeknya sedang dikaji," ujar Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul.
Gus Ipul mengakui bahwa program KB memiliki manfaat besar bagi pengendalian penduduk dan kesejahteraan keluarga. Namun, ia menegaskan bahwa menjadikan partisipasi KB sebagai prasyarat untuk menerima bansos membutuhkan pertimbangan mendalam dan tidak bisa diberlakukan secara instan.
“Penyaluran bansos memiliki mekanisme tertentu yang harus dipatuhi. Tidak bisa serta-merta diberi syarat baru tanpa kajian menyeluruh,” jelasnya.
Ia menambahkan, gagasan Dedi Mulyadi agar penerima bantuan juga turut aktif dalam kegiatan sosial seperti pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan merupakan hal yang positif. Namun, menjadikan tindakan medis seperti vasektomi sebagai syarat bantuan masih menimbulkan sejumlah pertanyaan yang perlu dikaji secara komprehensif.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi mengusulkan agar masyarakat yang ingin menerima bantuan dari pemerintah, baik berupa beasiswa maupun bantuan sosial lainnya, harus terdaftar dalam program KB. Menurutnya, kebijakan ini bertujuan untuk memastikan pemerataan bantuan agar tidak terpusat pada keluarga tertentu secara terus-menerus.
“Jangan sampai satu keluarga saja yang terus-menerus menerima semua jenis bantuan, mulai dari jaminan kesehatan, biaya kelahiran, hingga bantuan perumahan. Negara harus adil dalam menyalurkan dana publik,” ujar Dedi saat ditemui di Bandung pada Senin (28/4).
Ia menambahkan, usulan ini juga sebagai bentuk solusi terhadap maraknya kelahiran di kalangan keluarga prasejahtera melalui prosedur operasi caesar yang biayanya bisa mencapai Rp25 juta per tindakan. Karena itu, Dedi menyarankan KB, termasuk vasektomi untuk pria, sebagai langkah strategis menekan angka kelahiran yang tidak sebanding dengan kemampuan ekonomi keluarga penerima manfaat.
Editor : Firda Rachmawati

