Waduh, Nasib Pembangunan RSUD Bogor Utara Terancam Molor

Prioritas dan defisit anggaran membuat Pemkab Bogor dianggap kesulitan dalam memenuhi kebutuhan anggaran untuk kelanjutan pembangunan RSUD Bogor Utara di Tahun 2023 mendatang.

Waduh, Nasib Pembangunan RSUD Bogor Utara Terancam Molor
Karena kesulitan anggaran, Pembangunan RSUD Bogor Utara terancam molor.

 INILAHKORAN, Parung, - Prioritas dan defisit anggaran membuat Pemkab Bogor dianggap kesulitan dalam memenuhi kebutuhan anggaran untuk kelanjutan pembangunan RSUD Bogor Utara di Tahun 2023 mendatang.

Seperti diketahui, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor membutuhkan anggaran sebesar Rp 230 miliar, untuk membangun Gedung A RSUD Bogor Utara. Selain mengandalkan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) tingkat II, mereka juga mengirimkan proposal bantuan keuangan (Bankeu) dari Pemprov Jawa Barat.

Menanggapi proposal Bankeu dari Pemprov Jawa Barat, anggota DPRD Jawa Barat Asep Wahyuwijaya mengatakan berat kalau Pemkab Bogor mengandalkan Bankeu dari Pemprov Jawa Barat untuk melanjutkan pembangunan RSUD Bogor Utara.

"Berat dikabulkan untuk permohonan Bankeu dari Pemprov Jawa Barat untuk kelanjutan pembangunan RSUD Bogor Utara karena fundamental fiskal atau kebijakan ekonomi Pemprov Jawa Barat kan kemungkinan tergerus oleh kebutuhan tambahan belanja wajib pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K)," kata Asep Wahyuwijaya kepada wartawan, Kamis, (01/09/2022).

Asep Wahyuwijaya menambahkan, Pemprov Jawa Barat juga diberikan rambu hati-hati dalam penyusunan APBD tingkat I, karena belum pastinya nilai dana alokasi umum (DAU).

"Nilai DAU dari pemerintah pusat untuk Pemprov Jawa Barat belum pasti, hingga kami lebih memprioritaskan belanja wajib P3K ketimbang belanja lainnya," tambah Asep Wahyuwijaya.

Senada dengan Asep Wahyuwijaya, anggota Komisi IV dan badan anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Bogor Usep Sarfullah pun menyangsikan kesanggupan APBD Kabupaten Bogor untuk membiayai kelanjutan pembangunan RSUD Bogor Utara.

"Kemungkinan kecil pembangunan RSUD Bogor Utara dibiayai dengan APBD Kabupaten Bogor, karena perkiraan kita mengalami defisit hingga Rp 995 milyar dan harus dirasionalisasi terlebih dahulu," ucap Usep Saefullah.

Walaupun begitu, tutur politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut, bisa saja nanti dianggarkan karena pembangunan rumah sakit merupakan kebutuhan masyarakat.

"Sulit, karena selain bangunan kita juga butuh anggaran buat beli alat kesehatan, biaya operasional, membayar gaji tenaga kesehatan dan lainnya. Tetapi pembangunan rumah sakit dibutuhkan, hingga kalau tidak Tahun 2023 atau sekarang, bisa juga dianggarkan di tahun selanjutnya," tuturnya. (Reza Zurifwan)


Editor : tantan