Wah, Ada Superman, Joker dan Thor di TPS KPPS LPKA Kelas II Bandung

Suasana berbeda, terjadi di tempat pemungutan suara (TPS) Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) kelas II Kota Bandung, untuk Pemilu 2024.

Wah, Ada Superman, Joker dan Thor di TPS KPPS LPKA Kelas II Bandung

INILAHKORAN, Bandung - Suasana berbeda, terjadi di tempat pemungutan suara (TPS) Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) kelas II Kota Bandung, untuk Pemilu 2024.

Dimana petugas kelompok panitia pemungutan suara (KPPS) Pemilu 2024 di TPS LPKA Kelas II Bandung, menggunakan cosplay atau berkostum pahlawan super seperti Superman, Thor, Iron Man, Captain America, hingga villain Joker.

Kepala Lapas LPKA Kelas II Bandung Mali Jumali mengatakan, petugas KPPS sengaja berkostum superhero untuk menghibur anak binaan.

Inisiatif ini sengaja dilakukan penyelenggara, supaya anak-anak tidak canggung menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2024. Mengingat semuanya adalah pemilih baru dalam pesta demokrasi lima tahunan ini.

"Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas 2 Bandung menyelenggarakan pemilu dengan kondisi Alhamdulillah kondusif. Kami KPPS berinisiatif, karena ini LPKA khusus anak-anak, jadi untuk KPPS menggunakan seragam superhero," ujarnya di sela pemungutan suara, Rabu 14 Februari 2024.

Selain menjadi daya tarik, penggunaan cosplay superhero kata dia merupakan simbol untuk membangkitkan semangat anak, agar menjadi lebih baik di masa mendatang.

"Untuk membangkitkan semangat anak anak, bagimana pun agar lebih menjadi lebih baik. Alhamdulillah anak-anak bisa antusias dan malah kegiatan lebih tenang terutama bagi mereka yang baru memilih. Dari segi usia paling banyak 17-18 tahun," ucapnya.

Harapannya, ketika kembali ke masyarakat anak-anak penghuni LPKA Kelas 2 Bandung ini dapat mengubah cara pikir mereka, sehingga bisa berbaur dengan lingkungannya.

"Tetap kami berharap dengan pemilihan ini, anak-anak bisa lebih baik dalam berpikir. Terutama pada saat nanti kembali lagi ke masyarakat, karena bagaimanapun kebaikan lebih utama," harapnya.

Sementara mengenai jumlah peserta, Mali mengungkapkan ada 56 anak yang telah masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) dan 51 anak pada daftar pemilih tambahan (DPTb).

"Jadi total anak yang memilih 107 orang," tandasnya. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti