Warga di Delapan Kecamatan di Kabupaten Bandung Wilayah Timur Butuh Air Bersih Layak pakai

Ribuan pemukiman penduduk ini tersebar di delapan kecamatan di Kabupaten Bandung, yakni Bojongsoang, Baleendah, Dayeuhkolot, Ciparay, Majalaya, Solokan Jeruk, Rancaekek, dan Cikancung.

Warga di Delapan Kecamatan di Kabupaten Bandung Wilayah Timur Butuh Air Bersih Layak pakai
Warga di Delapan Kecamatan di Kabupaten Bandung Wilayah Timur Butuh Air Bersih Layak pakai

INILAHKORAN,Soreang - Ribuan pemukiman di wilayah Kabupaten Bandung wilayah timur masih yang kesulitan air bersih

Ribuan pemukiman penduduk ini tersebar di delapan kecamatan di Kabupaten Bandung, yakni Bojongsoang, Baleendah, Dayeuhkolot, Ciparay, Majalaya, Solokan Jeruk, Rancaekek, dan Cikancung.

Astri (55) warga Komplek  Pesona Asri, Bojongsoang. Ia berharap bisa segera menikmati ari bersih yang cukup. Pasalnya, selama kurang lebih 10 tahun tinggal di perumahan tersebut, ia harus terbiasa dengan air yang kualitasnya buruk. Air berwarna kuning seperti air sawah. 

“Kurang lebih saya sudah tinggal di sini 10 tahunan. Biasanya kalau pindah rumah kan harapannya dapat air yang bagus. Tapi kenyataannya di sini airnya masih tetap kurag baik masih seperti air sawah, dan berwarna kuning. Kalau dipakai mencuci baju warnanya ikut kuning, dan tidak bisa dipakai untuk masak apalagi diminum,” kata Astri, di Bojongsoang, Sabtu 16 Agustus 2025.

Menurut Astri, semua orang diperumahan tempatnya tinggal, sangat berharap adanya pelayanan air bersih dari PDAM kewilayahnya. Agar ia dan warga lainnya bisa  merasakan manfaat air minum yang aman sesuai standar kesehatan.

“Semoga kami juga bisa menggunakan air bersih yang bisa dimasak dan diminum. Jadi ketika mendengar ada rencana SPAM dari Perumda Tirtaraharja, tentu kami sangt gembira,semoga saja cepat terealisasi," ujarnya.

Salah seorang warga Mekarsari Kelurahan Baleendah Jeje Komala (50)mengungkapkan hal yang sama. Selama ini kualitas air yang biasa dipakai olehnya terbilang buruk. Berwarn kuning serta beraroma kurang sedap. Namun, karena tak ada sumber air yang lain, air itu ia pun dipergunakan untuk keperluan mandi dan mencuci pakaian berwarna gelap serta mencuci perabotan rumah tangga.

"Kalau untuk masak dan air minum kami terpaksa membeli air galon isi ulang. Begitu juga untuk mencuci pakaian putih seragam sekolah anak-anak, saya pakai air galon isi ulang. Yah jadinya harus ada biaya tambahan untuk kebutuhan sehari-hari. Ketika kami mendengar katanya ada program SPAM dari Perumda Tirtaraharja tentu kami sangat gembira dan ingin segera terealisasi," katanya.

Seperti diketahui, Perumda Air Minum telah meluncurkan program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)  yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di Kabupaten Bandung, dengan menyediakan akses air bersih yang memadai. 

Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama di daerah-daerah yang masih kesulitan mendapatkan akses air bersih, seperti di delapan kecamatan yaitu 

Program ini mencakup pembangunan infrastruktur air, peningkatan kapasitas pengolahan air, serta distribusi air yang lebih efisien. Sehingga masyarakat dapat menikmati air minum yang aman dan sehat agar dapat meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup.

Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Perumda Air Minum Tirta Raharja meyakini bahwa program ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, Sistem Penyediaan Air Minum Kabupaten Bandung Wilayah Timur ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan PT. Air Bandung Timur. 

Kerja sama ini dilakukan dengan skema B to B setelah melalui kajian berbagai pihak, antara lain BPKP Provinsi Jawa Barat, Kejari, Kejati, LKPP, DJPI, dan akademisi hukum. Dengan demikian, pelaksanaan kerja sama ini dipastikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

Selain itu, seluruh dokumen kajian teknis dan perizinan juga telah lengkap, sehingga keberlangsungan air baku tetap terjamin dan tetap dapat dimanfaatkan masyarakat lainnya, termasuk untuk kebutuhan irigasi maupun sektor pertanian.(rd dani r nugraha)


Editor : Firda Rachmawati