Warga Terdampak Banjir di Kota Bandung Dapakan Bantuan Logistik

Menindaklanjuti genangan banjir yang masih merendam dua kelurahan di Kota Bandung, skema distribusi bantuan logistik dilakukan Pemkot Bandung.

Warga Terdampak Banjir di Kota Bandung Dapakan Bantuan Logistik
Di situasi darurat tersebut, Pemkot Bandung memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi meski akses dan kondisi lingkungan masih terbatas. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Menindaklanjuti genangan banjir yang masih merendam dua kelurahan di Kota Bandung, skema distribusi bantuan logistik dilakukan Pemkot Bandung.

Di situasi darurat tersebut, Pemkot Bandung memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi meski akses dan kondisi lingkungan masih terbatas.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan, fokus utama saat ini yakni penanganan bencana. Termasuk pengaturan distribusi makanan bagi warga terdampak banjir di Rancabolang dan Derwati.

“Apa boleh buat, jadinya yang kita lakukan sekarang adalah penanganan bencana. Kita sudah membuat dapur umum, kita sudah menyediakan perahu karet, puskesmas standby. Semuanya siap sedia untuk menghadapi hal-hal yang sifatnya kedaruratan,” kata Farhan, Jumat (17/4/2026).

Dalam kondisi banjir yang masih belum sepenuhnya surut, pihaknya memilih pola distribusi bantuan yang lebih teratur. Makanan bagi warga terdampak, disalurkan satu kali setiap malam melalui dapur umum yang telah disiapkan.

Farhan menjelaskan, pola tersebut diterapkan karena kebutuhan makan pagi dan siang telah ditangani melalui program bantuan lain yang sudah berjalan di lapangan.

“Sementara itu, suplai makanan kita berikan terus. Sehari satu kali setiap malam, karena untuk makan pagi dan makan siang sudah dibantu oleh program lain,” ucapnya.

Skema distribusi tersebut dituturkannya, menjadi bagian dari strategi logistik darurat untuk memastikan tidak terjadi penumpukan bantuan. Sekaligus menjaga efektivitas penyaluran di tengah genangan yang masih mencapai sekitar 50 sentimeter di beberapa titik.

Selain pengaturan logistik makanan, pihaknya juga menyiapkan fasilitas pendukung seperti perahu karet untuk mobilitas warga dan layanan kesehatan yang siaga melalui puskesmas.

"Seluruh unsur ini, ditempatkan dalam satu sistem respons darurat untuk mempercepat penanganan di lapangan," ujarnyia.

Meski demikian, kondisi genangan yang masih bertahan membuat pemerintah terus memantau perkembangan cuaca. Harapan utama saat ini, ditambahkannya adalah adanya perbaikan kondisi cuaca dalam beberapa hari ke depan agar proses penanganan dan distribusi bantuan dapat berjalan lebih optimal.

"Koordinasi dengan instansi terkait termasuk BMKG, masih terus dilakukan untuk memastikan langkah penanganan berikutnya dapat disesuaikan dengan kondisi terkini di lapangan," ucapnya.


Editor : Doni Ramdhani