10 Proyek Strategis 2024 Mulai Digarap, Ada 2 Unit Sekolah Baru Tingkat SMP
Pemkot Bogor mulai menggarap 10 proyek strategis 2024 yang dicanangkan pasangan Wali Kota Bogor Bima Arya dan Wakil Dedie A Rachim. Dari 10 proyek strategis 2024 tersebut Pemkot Bogor memasukan pembangunan dua unit sekolah baru (USB) untuk tingkat SMP di Kecamatan Bogor Timur dan Bogor Utara.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Pemkot Bogor mulai menggarap 10 proyek strategis 2024 yang dicanangkan pasangan Wali Kota Bogor Bima Arya dan Wakil Dedie A Rachim. Dari 10 proyek strategis 2024 tersebut Pemkot Bogor memasukan pembangunan dua unit sekolah baru tingkat SMP di Kecamatan Bogor Timur dan Bogor Utara.
Dedie menuturkan, untuk 10 proyek strategis 2023 sudah rampung seperti Masjid Agung dan Jembatan Otista. Untuk 2024 ini, ada proses lelang yang membutuhkan waktu.
"Mudah-mudahan bulan depan mulai lelang dan akhir tahun 2024 bisa selesai. Insyaallah tidak ada kendala, kecuali ada hal yang istimewa," kata Dedie kepada INILAHKORAN, Rabu 20 Maret 2024.
Sementara itu, Kabag Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Kota Bogor Cecep Zakaria memaparkan beberapa waktu lalu Wali Kota Bogor Bima Arya sudah menetapkan 10 proyek strategis 2024. Setelah ditetapkan, kebanyakan pekerjaan kontruksi.
"Diantaranya ada Unit Sekolah Baru atau USB di wilayah Bogor Timur dengan anggaran Rp30 miliar, satu lagi di USB di Bogor Utara dengan anggaran Rp24 miliar," ungkap Cecep.
Cecep melanjutkan, proyek strategis selanjutnya ada perbaikan trotoar jalan Ahmad Yani Rp1,5 miliar, pembangunan lanjutan jalan Regional Ring Road (R3) anggaran Rp5 miliar, trotoar jalan Cifor anggaran Rp1 miliar, pembangunan jalan IPAL Kayu Manis senilai Rp2 miliar.
"Selanjutnya ada proyek pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) Jalan KH Tb M Falak dengan anggaran Rp1,9 miliar," terangnya.
Cecep menjelaskan, lalu ada pembangunan lanjutan Puskesmas Kayu Manis Rp4 miliar termasuk interior, pembangunan lapangan Genteng Rp2,6 miliar dan revitalisasi taman Jalur hijau Rp1 miliar.
"Ya, untuk proses masuk lelang baru lelang konsultan USB atau SMP. Sekarang anggaran kecil-kecil dan rata-rata waktu pengerjaan lebih singkat 4 bulan atau 3 bulan, jadi belum masuk," jelasnya.
Ia berpendapat, meski demikian, awal tahun pihaknya memberikan surat edaran mempercepat proses lelang sesuai arahan Wali Kota Bogor Bima Arya.
"Kami membuat simulasi jadwal proses pemilihan penyedianya. Kalau keenam atau tidak ada bulan keenam atau tujuh bulan harus masuk surat ke UKPBJ. Itu 10 strategis tengah proses," pungkasnya. (rizki mauludi)
Editor : Doni Ramdhani


