65 Ribu Pohon Kota Bandung Dipantau DPKP 

Sebanyak 65 ribu pohon yang tersebar di 400 ruas jalan Kota Bandung, kini berada dalam pengawasan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP).

65 Ribu Pohon Kota Bandung Dipantau DPKP 
Sebanyak 65 ribu pohon yang tersebar di 400 ruas jalan Kota Bandung, kini berada dalam pengawasan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP).

INILAHKORAN.ID - Sebanyak 65 ribu pohon yang tersebar di 400 ruas jalan Kota Bandung, kini berada dalam pengawasan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP).

Meski mayoritas pohon dalam kondisi sehat, perubahan cuaca ekstrem di musim pancaroba tetap menimbulkan risiko tumbang yang harus diantisipasi secara serius.

Kepala DPKP Kota Bandung, Luthfi Firdaus menjelaskan, periode Maret hingga April merupakan fase rawan. Setiap tahun, pola di musim pancaroba memang memicu angin kencang yang berpotensi menyebabkan pohon tumbang.

"Karena itu, kami sudah melakukan langkah mitigasi sejak awal seperti pemangkasan pohon-pohon yang berisiko,” kata Luthfi Firdaus, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, ancaman pohon tumbang tidak hanya dipengaruhi oleh usia atau kesehatan pohon. Faktor perakaran dan tekanan lingkungan, juga berperan besar.

“Tidak hanya faktor usia atau kesehatan pohon. Tetapi juga kondisi perakaran dan tekanan lingkungan. Bahkan pohon sehat pun bisa tumbang saat terjadi cuaca ekstrem,” ucapnya.

DPKP Kota Bandung mencatat, kecepatan angin di musim pancaroba bisa mencapai 60 hingga 75 kilometer per jam. Kondisi itu, membuat pemantauan intensif menjadi keharusan.

Pada 2026, jumlah tim lapangan ditambah menjadi lima kelompok dengan total sekitar 50 personel.

“Penambahan tim ini diharapkan mempercepat respon di lapangan, terutama ketika ada laporan pohon tumbang atau pohon yang terlihat berisiko,” ujar dia.

Selain memperkuat tim, pihaknya juga tengah mengembangkan basis data pohon yang lebih komprehensif. Data mencakup lokasi, jenis, usia hingga kondisi kesehatan pohon.

“Dengan data yang lebih detail, kebijakan penanganan bisa lebih tepat sasaran. Misalnya menentukan pohon mana yang perlu dipangkas, direlokasi atau mendapat perawatan khusus,” tandas dia.***


Editor : JakaPermana