Ada Selisih Setahun Antara Sarimukti dan Legoknangka, Nasib Sampah Bandung Raya Bergantung Masyarakat

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mengungkapkan, bakal ada selisih setahun antara habisnya kapasitas TPAS Sarimukti dengan kesiapan TPPAS Regional Legoknangka.

Ada Selisih Setahun Antara Sarimukti dan Legoknangka, Nasib Sampah Bandung Raya Bergantung Masyarakat
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mengungkapkan, bakal ada selisih setahun antara habisnya kapasitas TPAS Sarimukti dengan kesiapan TPPAS Regional Legoknangka.

INILAHKORAN, Bandung - Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mengungkapkan, bakal ada selisih setahun antara habisnya kapasitas TPAS Sarimukti dengan kesiapan TPPAS Regional Legoknangka.

Itu pun dengan catatan, rata-rata sampah yang dibuang dari Bandung Raya ke TPAS Sarimukti 1.200 ton per hari. Bila tidak, maka gap atau selisih akan semakin lebar, antara masa habis TPAS Sarimukti dengan kesiapan operasi TPAS Regional Legoknangka.

Dimana bila sesuai perhitungan, TPAS Sarimukti mampu bertahan selama tiga tahun, atau hingga medio 2028. Sedangkan TPPAS Regional Legoknangka diperkirakan rampung oleh konsorsium pengelola, butuh waktu 42 bulan atau selesai pada pertengahan 2029.

Asal, proses administrasi TPPAS Legoknangka selesai pada tahun ini dan pembangunan infrastruktur sudah dapat dilakukan di Januari 2026.

"Sekarang tinggal menunggu surat penugasan dari Kementerian ESDM ke PLN. Kalau itu sudah keluar, maka financial clause bisa kita lakukan di akhir tahun ini. Kalau sudah financial clause, berarti awal 2026 itu sudah bisa kita lakukan pembangunan infrastruktur," ujar Sekda Herman di Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, Senin 5 Mei 2025.

Supaya selisih ini semakin terkikis, pihaknya sangat berharap akan kesadaran masyarakat. Nasib Bandung Raya berpotensi menjadi lautan sampah, bergantung dari kepedulian warga.

Sambil Pemprov Jabar melakukan lobi, agar konsorsium pengelola dari Sumitomo, dapat mempercepat penyelesaian pembangunan TPPAS Regional Legoknangka.

"Ini masih negoisasi. Mudah-mudahan bisa disepakati (selesai) 36 bulan. Supaya bisa sinergi. Usia pakai Sarimukti habis, Legoknangka operasional," ucapnya.

Melalui pengurangan sampah, khususnya organik. Dapat menekan jumlah sampah yang dibuang ke TPPAS Sarimukti, dimana kini sekitar 1.200 ton dapat berkurang.

"Dari 1.200 ton itu. Setengahnya sampah makanan. Sebetulnya bisa diikhtiarkan dari rumah. Bandung lautan sampah sudah di depan mata. Apabila tidak antisipatif (banjir sampah). Insinerator yang taktis (dilakukan), cara lain juga harus kita tempuh," tandasnya.


Editor : JakaPermana