Ahmad Sahroni Tegaskan Dukungan Penuh untuk Bareskrim Usut Tuntas Kasus Pagar Laut Tangerang: Kalau Memang Ada Indikasi Pidana, Ditindak Sesuai Aturan
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, memberikan dukungan penuh kepada Bareskrim Polri dalam upaya mengusut secara menyeluruh kasus pagar laut di Tangerang, Banten.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, memberikan dukungan penuh kepada Bareskrim Polri dalam upaya mengusut secara menyeluruh kasus pagar laut di Tangerang, Banten.
Sahroni menegaskan pentingnya transparansi dan penegakan hukum yang tegas untuk memastikan tidak ada pihak yang kebal hukum dalam kasus ini.
“Saya sangat mendukung aksi polisi yang telah mengusut kasus temuan pagar laut ini. Memang seharusnya begitu agar ada kepastian hukumnya,” ujar Sahroni dikutip dari ANTARA.
“Kalau memang ada indikasi Pidana, ditindak sesuai aturan dan terus telusuri sampai ke atas-atasnya. Jadinya, masyarakat tidak gaduh hingga banyak spekulasi-spekulasi liar,” imbuhnya.
Menurut Sahroni, penyelidikan ini harus berjalan secara transparan dan komprehensif, karena ia menduga ada lebih banyak oknum yang terlibat dalam kasus tersebut.
"Saya yakin, penelusuran polisi ini akan makin meluas seiring dengan penyelidikan yang tengah berjalan. Kami, di Komisi III DPR RI, akan terus memantau dan memastikan penegakan hukum dilaksanakan secara penuh dan tanpa ada pihak-pihak yang dirugikan," tambahnya.
Sahroni juga menekankan bahwa kasus ini tidak boleh berlarut-larut mengingat berbagai institusi penegak hukum, seperti Kejaksaan Agung, Polri, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), telah turun tangan.
Selain itu, instruksi dari Presiden Prabowo Subianto juga sudah jelas terkait penanganan kasus pagar laut ini.
“Instruksi Pak Presiden (Prabowo Subianto) sudah jelas soal pagar laut. Kejagung, Polri, KPK sudah turun tangan. Kementerian terkait juga sudah. Jadi, saya harap penanganan kasus ini tidak berlama-lama,” tutup Sahroni.
Kasus pagar laut di Tangerang ini menjadi perhatian publik karena diduga melibatkan praktik ilegal yang merugikan lingkungan dan masyarakat sekitar.
Diharapkan dengan langkah tegas dari aparat penegak hukum, keadilan dapat ditegakkan dan kasus serupa tidak terulang di masa depan.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan

