AHY Tegaskan Pentingnya Sinergitas Antara Pembangunan Sipil dan Militer dalam Menjaga Stabilitas Negara

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan, betapa pentingnya terbangun sinergitas antara pembangunan sipil dan militer, dalam menjaga stabilitas negara. 

AHY Tegaskan Pentingnya Sinergitas Antara Pembangunan Sipil dan Militer dalam Menjaga Stabilitas Negara
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan, betapa pentingnya terbangun sinergitas antara pembangunan sipil dan militer, dalam menjaga stabilitas negara. 

INILAHKORAN, Bandung - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan, betapa pentingnya terbangun sinergitas antara pembangunan sipil dan militer, dalam menjaga stabilitas negara. 

Ini dikatakan AHY, usai mengisi Kuliah umum untuk pembekalan siswa DIKreg 53 yang diikuti 112 peserta dari berbagai matra TNI dan delapan peserta dari negara sahabat, di Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI, Kota Bandung, Selasa 17 Juni 2025.

Dia menuturkan, isu tentang pembangunan infrastruktur yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menyentuh aspek sumber daya manusia sangat strategis untuk disampaikan.

"Pembangunan infrastruktur bukan sekadar membangun jalan atau jembatan. Ini juga tentang membangun manusia. Ujungnya adalah kesehatan, kesejahteraan, dan keamanan,” ujarnya.

Menurutnya, TNI harus memiliki kesiapan penuh menghadapi berbagai ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri, termasuk ancaman non-militer yang kini kian kompleks. Hal itu, kata dia, memerlukan strategi pembangunan yang terintegrasi dan multifungsi.

"Pembangunan harus multifungsi yang bisa digunakan sipil dan militer. Landasan udara, misalnya, harus bisa digunakan untuk keperluan pertahanan dan logistik sipil,” ucapnya.

Selain itu, AHY juga menyoroti mengenai perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang telah mengubah wajah pertahanan global. Menurutnya, AI bisa menjadi kunci pencegah konflik sebelum terjadi kerusakan nyata di medan perang.

"Kalau dulu kekuatan diukur dari jumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista), sekarang AI bisa menjadi game changer. Tapi tetap, prajurit harus terus dilatih agar tangguh di segala medan," kata AHY.

Dalam era yang kian dinamis, dia menekankan pentingnya membangun sinergi lintas sektor dan berpikir strategis demi masa depan pertahanan dan pembangunan nasional.***


Editor : JakaPermana