Aib Pertama yang Mencoreng Wajah Gattuso

LAZIO tersingkir dari Coppa Italia di babak 64 besar setelah kalah 0-2 dari klub Serie B, Mantova, di Stadio Olimpico, Senin (17/8) dini hari WIB.

Aib Pertama yang Mencoreng Wajah Gattuso

Oleh: Bsafaat

Pelatih Gennaro Gattuso langsung meminta maaf kepada suporter dan mengambil tanggung jawab penuh atas kekalahan tersebut.

“Kami dihajar, dan saya menaruh wajah saya untuk itu. Sekarang tunduk dan lanjutkan pekerjaan,” kata Gattuso kepada Sportmediaset.

Gattuso sendiri menyadari betapa besar jarak antara capaian lama dan hasil hari ini.

“Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, dan kami harus terus maju. Kami minta maaf,” ujarnya.

“Beberapa bulan lalu, Lazio berada di final. Dan hari ini kami tersingkir oleh tim Serie B.” Ia menilai timnya tidak menunjukkan agresivitas yang dibutuhkan. “Kami punya beberapa peluang, tetapi di babak pertama kami hanya melakukan segalanya setengah-setengah. Kami tidak agresif.” Meski begitu, Gattuso mencoba melihat sisi positif.

“Ada peluang, jadi beberapa hal baik sudah dilakukan.

Kami harus tetap bersatu dan menjaga rasa memiliki.” Gattuso juga membela para pemainnya dengan menyinggung waktu persiapan yang singkat.

“Percayalah, para pemain bekerja dengan baik, tetapi dalam 40 hari sulit untuk menyerap ide-ide,” ujarnya.

“Malam ini kami kena pukulan telak di wajah, dan kami merasakannya. Kami tahu para suporter tidak senang. Kami berharap bisa membalikkan keadaan.” Bagian paling menarik dari konferensi pers itu justru datang ketika Gattuso ditanya soal bursa transfer.

Lazio baru saja merampungkan kedatangan Davide Frattesi dari Inter Milan beberapa hari sebelum pertandingan. Gelandang Timnas Italia itu bahkan sempat dimainkan pada menit ke-71.

“Saya tidak ingin membicarakannya,” katanya singkat. “Karena akan terlalu mudah untuk fokus pada apa yang kurang dari tim ini.” Lazio memang menjalani musim panas yang berat dari sisi administrasi. Klub kehilangan sponsor jersey utama senilai 19 juta euro setelah regulator memblokir mitra komersial mereka.

Transfer Frattesi pun sempat tertunda karena Lega Serie A menolak menyetujui struktur awalnya, yang berkaitan dengan indeks likuiditas klub.

Akibatnya, skema transfer harus dirombak — dari kewajiban pembelian menjadi sekadar opsi.

Bagi Frattesi, laga ini menjadi salah satu penampilan awalnya di klub yang pertama kali menerimanya di akademi usia muda. Sayangnya, debut itu berakhir dengan tersingkirnya Lazio dari kompetisi. (bsf )


Editor : Inilahkoran