Air Sungai Meluap di Subang, Ratusan Rumah Terendam

Luapan air sungai di Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang akibat intensitas hujan tinggi menyebabkan ratusan rumah di beberapa desa terendam dan hingga kini belum ada korban jiwa

Air Sungai Meluap di  Subang, Ratusan Rumah Terendam
Beberapa kawasan di Kabuapten Subang terkena imbas akibat air sungai meluap disebabkan intensitas hujan yang tinggi, Kamis 4 Desember 2025

INILAHKORAN.ID - Warga di sejumlah kawasan di Kabupaten Subang dibuat panik setelah air sungai meluap dan menggenangi rumah mereka, Kamis 4 Desember 2025. Rekaman video kondisi tersebut kemudian menyebar di berbagai grup pesan singkat.

Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono membenarkan terjadinya luapan Sungai Cikarucang di Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang tersebut.

"Bukan banjir bandang ya, itu cuma air sungai yang meluap, dan ada yang masuk ke pemukiman warga," katanya saat dihubungi 

 Dony menyebutkan, saat ini Kapolsek Cisalak dan anggota Samapta tengah berada di lokasi untuk memastikan, berapa jumlah rumah yang terkena luapan air sungai tersebut. 

"Kapolsek dan Samapta lagi di lokasi, nanti datanya kita kirim," ujarnya. 

Sementara itu, Pranata Humas BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat, menjelaskan banjir rob terjadi di Kecamatan Legonkulon pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB. Air pasang laut menjadi faktor utama yang menyebabkan permukiman terendam.

Hadi merinci kawasan yang terdampak meliputi Desa Mayangan di Dusun Krajan RT 01–02 RW 01 serta Dusun Pondok Bali RT 03–04 RW 02. Selain itu, banjir juga terjadi di Desa Legonwetan yang mencakup Dusun Krajan RT 01–04 RW 01 dan Dusun Tegalsari RT 05–09 RW 02.

Data sementara yang dihimpun menunjukkan:

– Desa Mayangan: 266 rumah terendam, 347 kepala keluarga terdampak, tidak ada korban jiwa
– Desa Legonwetan: 487 rumah terendam, 813 kepala keluarga terdampak, tidak ada korban jiwa

BPBD Provinsi Jawa Barat bersama BPBD Kabupaten Subang telah melakukan koordinasi dengan aparatur wilayah serta melaksanakan asesmen langsung untuk mengidentifikasi kebutuhan warga.

“Genangan belum surut dan masih berpotensi meningkat. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perkembangan kondisi air,” tutur Hadi.


Editor : Ahmad Sayuti