Alun-alun Kembali Jadi Ruang Publik
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Yogo Triastopo
INILAH, Bandung - Setelah berbulan-bulan ditutup untuk evaluasi dan perbaikan, Alun-alun Bandung kembali membuka pintunya bagi warga. Ruang terbuka yang selama ini menjadi salah satu titik berkumpul masyarakat itu kini dinyatakan siap digunakan kembali secara permanen.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meresmikan kembali kawasan tersebut, Senin (17/8). Dia mengatakan, penutupan sebelumnya dilakukan setelah muncul sejumlah keluhan yang perlu diselesaikan agar alun-alun bisa kembali menjadi ruang publik yang nyaman.
“Alhamdulillah, hari ini kita sudah bisa meresmikan kembali Alun-alun Bandung yang sejak Januari lalu saya evaluasi. Sekarang sudah siap untuk digunakan kembali oleh masyarakat,” kata Farhan.
Namun, kembalinya warga ke hamparan ruang terbuka itu bukan berarti tanpa aturan. Pemerintah Kota Bandung menyiapkan sejumlah ketentuan agar fungsi alun-alun sebagai ruang publik tetap terjaga.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah keberadaan pedagang kaki lima (PKL). Farhan menegaskan, aktivitas PKL tidak diperbolehkan masuk ke dalam area taman. Pedagang masih dapat beraktivitas di luar kawasan tersebut, tetapi harus mengikuti aturan kewilayahan yang nantinya diatur pihak kelurahan.
“PKL tidak boleh masuk ke dalam taman. Kita harus memastikan aturan itu jelas. Di luar boleh, tetapi tetap mengikuti peraturan dari kewilayahan dan akan diatur oleh bu lurah,” ujar Farhan.
Bukan hanya soal ketertiban, kebersihan juga menjadi pekerjaan yang harus terus dijaga setelah alun-alun kembali dibuka. Pemerintah meminta Kepala DPKP dan Lurah Balonggede membentuk tim khusus yang bertugas membersihkan kawasan sekaligus mengedukasi warga agar ikut merawat ruang publik tersebut.
“Nanti pesannya kepada Kepala DPKP dan kepada Lurah Balonggede, agar membentuk sebuah tim yang memang bertugas melakukan pembersihan-pembersihan,” jelasnya.
Menurut Farhan, Alun-alun Bandung bukan sekadar taman di tengah kota. Tempat itu merupakan bagian dari sejarah Kota Bandung sekaligus warisan yang semestinya kembali hidup bersama aktivitas warganya.
Karena itu, masyarakat dipersilakan memanfaatkan alun-alun untuk berbagai kegiatan sederhana. Bermain, botram, hingga piknik bisa dilakukan selama warga tetap menjaga kebersihan dan ketertiban.
“Untuk masyarakat, silakan manfaatkan ruang terbuka publik ini. Alun-alun merupakan warisan dari para pendiri Kota Bandung, dan harus betul-betul dimanfaatkan sebagai ruang terbuka bersama,” tutur dia.
Kini, setelah pintu alun-alun kembali terbuka, pemerintah berharap ruang publik itu tidak kembali menghadapi persoalan yang sama. Farhan memastikan kawasan tersebut akan terus dibuka selama tidak ada lagi hal yang membutuhkan perbaikan.
(gin)
Editor : Inilahkoran

