ATLETICO MADRID VS MALAGA: Memutar Takdir
DUEL Atletico Madrid kontra Malaga pada pekan pembuka La Liga 2026/2027 sarat makna dan cerita. Ada roda waktu yang berputar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Bsafaat
Sembilan tahun lalu, tepatnya 16 September 2017 sebuah stadion megah di pinggiran kota Madrid merayakan kelahiran barunya. Raja Felipe VI hadir memimpin gemuruh ribuan pasang mata, menyaksikan Atlético Madrid membuka lembaran sejarah di rumah baru mereka, Metropolitano.
Malam itu, tim yang datang sebagai saksi sejarah sekaligus "korban" pertama ketangguhan Los Rojiblancos adalah Málaga CF. Atlético menang tipis 1-0.
Takdir telah memutar rodak waktu ke titik yang sama. Tengah pekan ini, tepatnya Kamis (20/8) dini hari WIB, Atletico kembali bertarung melawan Malaga di laga pembuka. Kali ini semuanya terasa berbeda, terutama melihat fakta Malaga yang baru saja berhasil kembali ke kasta tertinggi.
Perjalanan mereka untuk kembali ke titik ini tidak dilalui di atas karpet merah, melainkan lewat jalan terjal penuh luka di kompetisi bawah.
Bagi suporter Los Albicelestes, delapan tahun terakhir adalah ujian kesetiaan. Dari perempat final Liga Champions legendaris musim 2012/2013 di era Manuel Pellegrini, klub ini terperosok hingga hampir kehilangan identitasnya.
Promosi dramatis lewat babak play-off melawan UD Almería pada Juni lalu adalah pelepasan dari kutukan panjang tersebut. Namun, romansa kembalinya Málaga ke La Liga langsung dihantam realitas yang sunyi.
Menjelang perjalanan ke Madrid, sang pelatih hanya memiliki 19 pemain tim utama yang siap bertanding akibat badai cedera dan sanksi. Mereka minim belanja pemain baru, hanya bersandar pada kolektivitas tangguh yang membawa mereka naik kasta.
"Kami yakin bisa mengawali itu (laga perdana) dengan hasil yang baik. Kami akan menghadapi salah satu tim terbaik di kompetisi ini tetapi kami sudah sangat paham apa yang harus dilakukan," ujar Juan Francisco Funes.
Dua anak muda dari akademi kemungkinan besar akan dibawa naik kereta menuju Madrid, merasakan atmosfer kasta tertinggi untuk pertama kalinya karena keterbatasan skuadt Bagi Málaga, bertahan hidup di Metropolitano adalah tentang harga diri.
"Kami akan mati-matian melakukannya (bertanding). Semua pemain paham, apa sebesar apa dampak yang akan kami dapatkan secara psikologis andai mampu meraih hasil baik di sana," tegasnya.
Sementara itu, Manajer Atletico Diego Pablo Simeone bakal berdiri dengan kerutan di dahi yang lebih dalam dari biasanya. Musim lalu adalah tamparan keras bagi rezimnya—tertinggal 25 poin dari Barcelona yang keluar sebagai juara.
Manajemen bergerak agresif di bursa transfer dengan menggelontorkan dana besar demi mendaratkan nama-nama seperti Lee Kang-in hingga Cristian Romero.
Meski di atas kertas diunggulkan menang telak dengan probabilitas mencapai 73,9%, Simeone justru dilingkupi kecemasan manusiawi.
Jadwal pramusim yang padat di Korea Selatan menyisakan kelelahan dan minimnya waktu bagi para bintang baru untuk saling mengenal.
"Kami bahkan belum bisa berlatih bersama sebagai satu kelompok," keluh Simeone.
Di balik kemewahan skuad bernilai jutaan Euro, ada ketakutan nyata akan kegagalan di laga perdana di depan publik sendiri yang menuntut kesempurnaan sejak detik pertama.
Saat peluit pertama berbunyi di bawah langit Madrid, semua angka probabilitas dan nilai pasar pemain akan menguap.
Yang tersisa adalah pergulatan 11 manusia melawan 11 manusia lainnya. Málaga bertanding dengan memori kolektif suporternya yang menolak klub ini mati.
Sementara Atlético bertanding dengan beban ekspektasi raksasa yang ingin membuktikan diri masih layak menjadi penguasa Spanyol.
Metropolitano sekali lagi menjadi saksi, bahwa sepak bola selalu punya cara puitis untuk mempertemukan masa lalu dan masa depan dalam satu lapangan hijau. (bsf)
HEAD TO HEAD 10/02/18: Malaga 0-1 Atletico 16/09/17: Atletico 1-0 Malaga 01/04/17: Malaga 0-2 Atletico 29/10/16: Atletico 4-2 Malaga 23/04/16: Atletico 1-0 Malaga
PRAKIRAAN PEMAIN Atletico Madrid (3-4-1-2) Oblak (GK) Hancko, Normand, Pubil (B) Grimaldo, Koke, Barrios, Simeone (T) Kang-In (ss) Ortiz, Lookman (D) Pelatih: Diego Simeone
Malaga (4-5-1) Herrero (GK) Puga, Recio, Galilea, Salinas (B) Larrubia, Rodriguez, Merino, Lorenzo, Munoz (T) Chupe (D) Pelatih: Juan Francisco Funes
Editor : Inilahkoran

