Bachril Barkri Targetkan Nilai MCP Pemkab Bogor Naik hingga 80
Di Tahun 2023 atau sebelumnya, nilai MCP Pemkab Bogor hanya 75, termasuk ke dalam rata - rata nasional. Penjabat Bupati Bogor Bachril Bakri pun menargetkan penimgkatan nilai tersebut menjadi 80.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INIAHKORAN, Bogor - Mendapatkan arahan dan pembinaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pemkab Bogor menargetkan peningkatan penilaian Monitoring Center for Prevention (MCP).
Di Tahun 2023 atau sebelumnya, nilai MCP Pemkab Bogor hanya 75, termasuk ke dalam rata - rata nasional. Penjabat Bupati Bogor Bachril Bakri pun menargetkan penimgkatan nilai tersebut menjadi 80.
"Di Tahun 2023, nilai MCP Pemkab Bogor hanya 75, termasuk ke dalam rata - rata nasional. Kami menargetkan nilai MCP kita bisa mencapai nilai 80," kata Bachril Bakri kepada wartawan, Kamis, 17 Oktober 2024.
Agar nilai MCP Pemkab Bogor bisa meningkat, Bachril Bakri yang menggantikan Penjabat Bupati Bogor sebelumnya Asmawa Tosepu mengaku akan membentuk Tim Percepatan Akselerasi peningkatan MCP.
"Sesuai arahan KPK, Kami segera akan membentuk Tim Percepatan Akselerasi peningkatan MCP (yang terdiri dari beberapa SKPD dibawah kordinasi Inspektorat)," tuturnya.
Alumni IPB Univeesity ini menambahkan Tim Percepatan Akselerasi peningkatan MCP dalam pembenahannya akan fokus di delapan area.
"Mulai dari penganggaran, pengadaan barang jasa, manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), pengelolaan aset hingga pelayanan publik akan kami benahi bersama - sama," tambahnya.
MCP adalah program yang dijalankan oleh KPK untuk mencegah korupsi di seluruh ndonesia. Program ini bertujuan untuk menjaga agar korupsi tidak terjadi atau setidaknya dikurangi di berbagai tempat di Indonesia.
MCP merupakan program kolaborasi antara KPK, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Program ini bakal memberikan informasi capaian kinerja program koordinasi dan supervisi pencegahan korupsi kepada seluruh pemerintahan daerah di Indonesia. ***
Editor : Ahmad Sayuti

