Alhamdulillah, 28 Dosen UIN SGD Bandung Lolos Uji Kompetensi Internasional
Kabar baik dari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD). Sebanyak 28 dosen lolos uji kompetensi internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Sebanyak 28 dosen Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung lolos uji kompetensi internasional yang diselenggarakan oleh International Boards of Standars (IBS), anggota American Academy yang bergabung bersama CHEA International Quality Group.
Sertifikat kompetensi diserahterimakan langsung secara virtual oleh Presiden Chapter Asia Pasific, Fauzi Hasan, kepada Rektor UIN Bandung, Mahmud di Gedung O Djauharuddin AR, Bandung.
Fauzi Hasan menyebutkan, bahwa uji kompetensi ini merupakan pengakuan (rekognisi) bahwa dosen UIN SGD Bandung tersebut memiliki kompetensi yang diakui oleh lembaga internasional.
“Pencapaian tingkat internasional pada individu dan institusi itu merupakan keharusan. Kami, American Academy ada di 174 negara. Berusaha memberikan pengakuan kompetensi kepada para profesional, salah satunya di Indonesia. Saat ini merupakan satu-satunya yang diakui oleh Kemendikbudristek,” jelas Fauzi Hasan, Kamis 9 September 2021.
Rektor UIN SGD Bandung Mahmud menyatakan, bersyukur dengan bertambahnya dosen yang mendapatkan rekognisi internasional. Setelah ada sembilan orang di tahap awal, kini ada 28 orang yang lolos uji kompetensi.
Baca Juga: Hore! Destinasi Wisata di Kota Bandung Mulai Dibuka, Ini Daftarnya...
“Kita tidak bisa hanya memiliki kompetensi di tingkat lokal, tapi harus juga tingkat internasional. Mudah-mudahan ke depannya bisa lebih banyak dari sekarang. Program ini harus dikawal, terus agar ada peningkatan. Lembaga kita tidak hanya bergengsi di tingkat nasional, tapi meraih pengakuan global,” kata Mahmud.
Mahmud mengingatkan, bahwa para penerima sertifikat kompetensi tersebut, tidak hanya merupakan hasil perjuangan pribadi juga Institusi.
“Untuk teman-teman yang hari ini memperoleh pengakuan internasional, harus dibuktikan di lapangan. Jangan hanya bangga mendapatkan sertifikat,” tegasnya.
Mahmud pun mengajak agar terus dilakukan perbaikan untuk kemajuan organisasi. Mari melakukan perubahan menjadi lebih baik, secara individu dan institusi.
"Kita harus sadar berada di lembaga Islam. Memberi manfaat untuk institusi agar semakin baik lagi. Tim kerja harus terus ditata. Agar sama-sama bekerja dan bekerja bersama. Syukuri anugerah melalui institusi dimana kita bekerja,” ujarnya. (okky adiana)
Editor : inilahkoran


