Buah Kolaborasi, Capaian Vaksinasi Kota Bandung Terus Meroket

Buah kolaborasi menjadikan capaian target vaksinasi Kota Bandung terus meroket. Pemkot Bandung pun optimis target vaksinasi tercapai

Buah Kolaborasi, Capaian Vaksinasi Kota Bandung Terus Meroket
Vaksinasi di Kota Bandung

INILAHKORAN, Bandung, Buah kolaborasi dengan semua lini, capaian vaksinasi Covid-19 Kota Bandung pun terus meroket.

Capaian tersebut tentu saja membawa optimisme bagi Pemkot Bandung dapat mengejar target vaksinasi 100 persen hingga Desember 2021 mendatang.

Pemkot Bandung optimis vaksinasi Covid-19 akan mencapai 100 persen pada Desember mendatang. Tepatnya vaksinasi bisa mencapai 1.952.358 jiwa.

Jika jumlah tersebut tercapai maka herd immunity atau kekebalan komunal di Kota Bandung bisa terbentuk.

Baca Juga: Menyibak Kasus Dugaan Korupsi di Perum Damri Bandung, Ini Modus Operandi Tersangka

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengungkapkan, hingga Jumat 29 Oktober 2021, pihaknya mencatat capaian vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 94 persen. Sementara untuk dosis kedua saat ini hampir 70 persen.

"Untuk dosis pertama sudah mencapai 94 persen dan dosis kedua hampir 70 persen," ujar Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di SMP Negeri 2 Kota Bandung Jalan Sumatera, Sabtu,30 Oktober 2021.

Cakupan 90%, lanjut Yana, setara dengan 1.836.000 jiwa untuk dosis pertama. Sedangkan dosis kedua yaitu sebanyak 1.489.000 jiwa.

"Dengan percapatan vaksinasi kepada semua kelompok usia, mudah-mudahan pada Desember tahun ini 100 persen vaksinasi tercapai dan pandemi segera berakhir," katanya.

Baca Juga: Vaksinasi di Garut Baru Capai 45,3%

Selain di SMPN 2 Kota Bandung, Yana pun meninjau pelaksanaan vaksinasi yang diselenggarakan Bhakti GM FKPPI di Graha Mutiara Jalan Situ Aksan dan di Kelurahan Cempaka, Kecamatan Andir.

Di Graha Mutiara menargetkan 3.600 orang tervaksin. Sedangkan di Kelurahan Cempaka menargetkan 2.000 orang.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Alumni SMPN 2 Kota Bandung Angkatan '81, Nanang K. Soemita mendukung dalam percepatan proses vaksinasi.

"Hal yang menjadi tolok ukur pemerintah, kita dapat berperan aktif dan menebarkan manfaat dalam proses percepatan vaksinasi ini," kata Nanang.

Baca Juga: 250 Film Meriahkan Festival Film Budaya Nusantara ISBI Bandung

Vaksinasi yang diinisiasi Alumni SMPN 2 Kota Bandung dan Pemkot Bandung ini berkolaborasi dengan Bidokkes Polda Jawa Barat, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Barat, dan BPPD Jawa Barat.

Vaksinasi kali ini menargetkan tiga kelompok sasaran, yaitu siswa siswi beserta keluarga, alumni beserta keluarga, dan masyarakat umum.

"Alumni punya manfaat dalam tiga komponen, yakni untuk alumni, almamater dan masyarakat. Jadi kegiatan ini sangat cocok dengan target tadi," ujarnya.

"Dari 3 target sasaran kelompok tersebut kami diberi jatah sebanyak 1.125 dosis. Dan kami berharap kegiatan ini menjadi acuan terhadap sekolah lainnya untuk mempercepat vaksinasi di Kota Bandung, " imbuh Nanang.

Baca Juga: Asyik... Syarat Waktu RT-PCR untuk Naik KA Jarak Jauh Diperpanjang, Maksimal 3x24 Jam

Terpisah, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial juga menyatakan rasa optimisnya terkait capaian vaksinasi.

Hal itu disampaikan Oded saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Pusdai Kota Bandung yang digelar berkat kolaborasi Pemkot Bandung, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung, Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB), dan PT. Persib Bandung Bermartabat.

"Di Kota Bandung, dosis pertama itu sudah di angka 94 persen. Tinggal 6 persen mudah-mudahan selesai. Terima kasih atas upaya untuk memenuhi target," tutur Oded.

Oded turut bersyukur dan sangat mengapresiasi keterlibatan PT. PBB yang menaungi Persib Bandung dengan turut mendukung program vaksinasi di Kota Bandung.

Oded berharap, kolaborasi ini bisa membawa dampak positif menarik perhatian masyarakat untuk ikut program vaksinasi.

Baca Juga: Aset Pemkab Bogor Seluas 100 Hektare di Tamansari Belum Bersertifikat, Usep Salahkan DPKPP

"Bagus ini. Saya sangat berterima kasih juga kepada teman-teman Persib, ikut berpartisipasi. Ini artinya memberikan contoh kepada masyarakat untuk ikut divaksin," ungkapnya.

Sementara itu, penjaga gawang Persib, I Made Wirawan yang turut meninjau pelaksanaan vaksin mengaku sangat antusias terlibat dalam setiap program penanganan pandemi Covid-19.

Menurutnya, perang melawan virus ini menjadi tanggung jawab semua pihak. Sehingga bisa saling menguatkan dalam setiap langkah penanganan.

Baca Juga: Hengky Intruksikan ASN KBB Wajib Belanja Produk Lokal, Pelaku UMKM Minta Hal Ini

"Saya sangat mendukung. Karena kita bisa membantu pemerintah dalam memerangi Covid-19. Dengan adanya vaksin ini mudah-mudahan berlanjut terus dan secepatnya masyarakat semua divaksin. Semoga pandemi segera berakhir. Mudah-mudahan semua kembali normal seperti semula," kata Made.

Made juga mengajak kepada seluruh masyarakat, utamanya para bobotoh Persib untuk mengikuti program vaksinasi. Pemain asal Bali ini menyatakan, vaksin merupakan salah satu langkah untuk saling melindungi.

"Buat semua bobotoh, warga Bandung dan semua warga Indonesia, saya harap semua bisa melakukan vaksin. Selain untuk menjaga diri, juga untuk menjaga orang lain. Karena selain bisa kena, kita juga bisa sebagai perantara," ujarnya.

Baca Juga: Diluncurkan Selasa, Bima Klaim Bus Trans Pakuan Lebih Nyaman dan Memudahkan

Lebih lanjut Made mengingatkan kepada semua masyarakat agar tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes). Sekalipun sudah divaksin, namun jangan sampai kecolongan karena abai terhadap prokes.

"Kalaupun sudah vaksin tetap jaga protokol kesehatan. Vaksin bukan berarti kita tidak bakal kena lagi. Kita masih bisa kena tapi mengurangi. Dengan tetap menjaga prokes semua lebih cepat selesai," katanya.***


Editor : inilahkoran