Warga Geger! Macan Tutul Ambruk Tertembak di Kota Bandung
Macan Tutul yang tertembak itu menghebohkan Warga Bandung. Ada semacam ketakutan yang hilang karena si macan Tutul kerap hilir mudik.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Masyarakat Kota Bandung digegerkan binatang buas Macan Tutul yang pelesiran hilir mudik di pemukiman penduduk.
Macan tutul itu menggemparkan warga Bandung lantaran kerap hilir mudik di pemukiman penduduk.
Pada akhirnya, sang Macan Tutul harus bernasib nahas lantaran ambruk ditembak.
Baca Juga: Usai Kasus Novia Widyasari Viral, Ayahanda Randy Bagus Muncul ke Publik dan Minta Maaf
Rekam sejarah masuknya Macan Tutul ke Kota Bandung itu ditulis oleh Haryoto Kunto dalam buku Wajah Bandoeng Tempo Doeloe.
Sang penulis menceritakan, di awal tahun 1920-an tersebut seekor mancan tutul sempat pelesir jalan-jalan ke Kota Bandung.
"Maka gegerlah penduduk kota," tulis Haryoto Kunto.
Pada kejadian itu, beruntung warga Kota Bandung bisa segera terselamatkan setelah hadir seorang tuan yang mahir menggunakan senjata api dan lantas menembak hewan buas tersebut.
Baca Juga: Team of The Week Liga 1 Pekan ke-15: Persib Dominan, Paco Torres Striker Andalan
Dengan dibantu pawang pribumi, akhirnya macan tutul yang turun dari pegunungan di wilayah utara itu tersungkur.
Setelahnya, sehari penuh bangkai macan tutul tersebut dipertontonkan di hadapan masyarakat yaitu di kawasan Pasar Baru Kota Bandung.
"Konon menurut para sesepuh, kegagahan si Toean yang bisa menembak macan jadi "topik" omongan orang setahun lamanya," tulis Haryoto.
Baca Juga: Soal Rekrutan Anyar Persib, Robert Alberts: Saya Berharap Sinterklas Datang
Menurut catatan, sebelu era itu yakni pada tahun 1866 atau setengah abad sejak Kota Bandung didirikan, masyarakat masih bisa melihat kawanan badak yang berkeliaran di daerah Cisitu, atau beberapa ratus meter dari kampus ITB saat ini.
"Sedangkan badak terakhir yang ditemukan di sekitar Bandung adalah badak yang diawetkan di Museum Zoologi Bogor. Badak itu ditembak di hutan Cililin, Kabupaten Bandung pada tahun 1935," tulisnya.*** (riantonurdiansyah)
Editor : inilahkoran


