Ridwan Kamil Marah! Soal Kasus Kekerasan Seksual Guru Ngaji HW di Pesantren Bandung

Ridwan Kamil bereaksi keras terkait kasus kekerasan seksual yang dilakukan guru ngaji HW terhadap belasan santriwati pesantren di Bandung.

Ridwan Kamil Marah! Soal Kasus Kekerasan Seksual Guru Ngaji HW di Pesantren Bandung
Gubernur Jabar Ridwan Kamil buka suara atas kasus kekerasan seksual seorang guru ngaji berinisial HW terhadap belasan santriwati pesantren di Bandung.

INILAHKORAN, Bandung- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil turut angkat bicara soal kasus kekerasan seksual seorang guru ngaji berinisial HW di salah satu pesantren Bandung.

Ridwan Kamil mengecam aksi HW yang telah melakukan kekerasan seksual terhadap belasan santriwati pesantren di Bandung.

Menurut Ridwan Kamil, apa yang dilakukan HW terhadap belasan santriwati pesantren di Bandung, itu sangatlah tidak bermoral.

Baca Juga: Ini Fakta Mengejutkan dari Keluarga Korban! Buntut HW Gagahi Belasan Santriwati Pesantren di Bandung

"Semoga pengadilan bisa menghukum seberat-beratnya dengan pasal sebanyak-banyaknya kepada pelaku yang biadab dan tidak bermoral ini," ujar Ridwan Kamil, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu 8 Desember 2021.

Seperti diketahui, HW berstatus sebagai pengurus dan pemilik pesantren Pondok Tahfiz Al-Ikhlas, Yayasan Manarul Huda Antapani, dan Madani Boarding School Cibiru.

Ridwan Kamil mengatakan, Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB)Jabar sendiri telah melakukan pendampingan terhadap korban.

Baca Juga: HW Paksa Santriwati Berhubungan Meski Haid, Fakta Kekerasan Seksual di Pesantren Bandung

"Anak-anak santriwati yang menjadi korban, sudah dan sedang diurus oleh tim DP3AKB provinsi Jawa Barat untuk trauma healing dan disiapkan pola pendidikan baru sesuai hak tumbuh kembangnya," tuturnya.

Ridwan meminta institusi pendidikan dan forum pesantren untuk memberikan perhatian khusus atas kasus seperti ini.

"Meminta forum institusi pendidikan, forum pesantren untuk saling mengingatkan jika ada praktik-praktik pendidikan yang di luar kewajaran," ungkapnya.

Baca Juga: Terungkap! Modus Guru Ngaji HW untuk Gagahi Belasan Santriwati Pesantren di Cibiru Bandung

Tak hanya itu, dia juga meminta aparat desa dan kelurahan selalu memonitor setiap kegiatan publik di wilayah masing-masing.

"Kepada para orang tua, diminta rajin dan rutin memonitor situasi pendidikan anak-anaknya di sekolah berasrama, sehingga selalu up to date terkait keseharian anak-anaknya," ujar Emil.

Ridwan Kamil berharap, ke depan tidak ada lagi kejadian serupa yang tidak bermoral tersebut.

Baca Juga: Terungkap! Modus Guru Ngaji HW untuk Gagahi Belasan Santriwati Pesantren di Cibiru Bandung

"Semoga kejadian ini tidak terulang lagi dan keadilan bisa dihadirkan oleh pengadilan kepada kasus ini," jelasnya.*** (Riantonurdiansyah)

 


Editor : inilahkoran