INILAHKORAN, Ngamprah- Aksi mogok kerja dilakukan ratusan tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Cikalongwetan. Gara-garanya, uang jasa pelayanan (Jaspel) tak kunjung dicairkan.
Selama satu tahun sepanjang 2021 uang Jaspel para nakes RSUD Cikalongwetan tak juga cair. Akibatnya, pelayanan terhadap masyarakat terhambat.
Salah seorang TKK RSUD Cikalongwetan, Rizki Pranajaya mengungkapkan, hari ini ada ratusan nakes yang melakukan aksi mogok kerja mulai dari perawat, bidan, dokter hingga tenaga administrasi yang berstatus non PNS atau disebut Tenaga Kerja Kontrak (TKK).
"Ini merupakan jalan terakhir kami setelah jalur mediasi tak menemui titik temu. Kami cuma menuntut hak kami yakni dana Jaspel 2021," ungkapnya.
Menurutnya, dana Jaspel selama satu tahun sepanjang 2021 tersebut merupakan upah dan hak para tenaga pelayanan yang semestinya diterima oleh para pegawai RSUD Cikalongwetan khususnya di bidang pelayanan.
"Januari 2022 itu cair yang jasa pelayanan pasien umum. Tapi anehnya kenapa yang tahun 2021 itu belum dibayarkan. Itu kan hak kami," ujarnya.
Ia menyebut, sebelumnya ratusan nakes RSUD Cikalongwetan telah melakukan sejumlah langkah kooperatif melalui mediasi yang dilakukan dengan pimpinan rumah sakit.
Kendati demikian, lanjut dia, langkah tersebut sia-sia dan para nakes hanya bisa gigit jari menunggu uang japel tersebut diberikan.
"Sudah ditanyakan kenapa enggak bisa dicairkan karena terkait Silpa (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran). Padahal jasa pelayanan itu tidak ada kaitannya dengan dinas, itu masalah rumah sakit," ujarnya. *** (agus satia negara).