Usai Bebas dari Penjara, Eks Teroris Kelompok Abu Roban Akui Dapat Banyak Hikmah

Serentetan aksi terorisme dari berbagai kelompok pada tahun 2000an sempat mengguncang Indonesia. Salah satunya jaringan Abu Roban.

Usai Bebas dari Penjara, Eks Teroris Kelompok Abu Roban Akui Dapat Banyak Hikmah
Usai bebas dari penjara, eks teroris kelompok Abu Roban mengakui dapat banyak hikmah.

INILAHKORAN, Ngamprah - Serentetan aksi terorisme dari berbagai kelompok pada tahun 2000an sempat mengguncang Indonesia.

Kendati demikian, sedikit demi sedikit kelompok teroris ini berhasil diungkap Mabes Polri, termasuk salah satunya mengungkap identitas William Maksum alias Acum yang merupakan kelompok teroris Abu Roban.

Terungkapnya jaringan Abu Roban sendiri memang diawali dari penangkapan William Maksum di Jalan Cipacing, Sumedang, Jawa Barat, Selasa 7 Mei 2013.

Baca Juga: MUI Kota Bandung Imbau Masjid di Persimpangan Jalan atau Perbatasan Tetap Menjaga Jarak Saf Salat

Setelah itu, tim Densus 88 melakukan penggerebekan di rumah H Anda Suhanda di Marga Asih, Rabu 8 Mei 2013 sekitar pukul 11.00 WIB sampai akhirnya terjadi baku tembak dan tiga orang terduga teroris tewas, sementara satu orang lainnya ditangkap hidup.

Namun, hal itu hanya sepenggal kisah kelam William Maksum belasan tahun silam. Kini, William Maksum sudah bebas dan bisa kembali berbaur dengan masyarakat. Bahkan, bisa berbagi wawasan berkaitan dengan bahaya terorisme di Indonesia.

William mengungkapkan, setelah divonis 12 tahun penjara dan menjalaninya selama 8 tahun dirinya mendapat banyak hikmah yang bisa dipetik sebagai bekal untuk menjalani lembaran baru kehidupan.

Baca Juga: PT Bandung Masih Proses Pengajuan Banding Vonis Herry Wirawan

"Hikmah yang bisa saya ambil, pertama dalam suatu pemahaman itu kita tidak cukup dengan meyakini satu pemahaman," katanya usai menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan Radikalisme dan Terorisme pada Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemda KBB, Rabu 30 Maret 2022.

Menurutnya, setiap orang perlu membaca referensi tentang suatu masalah dari berbagai macam pemahaman.

"Dari sana kita akan legowo, tidak akan sempit dan tidak terlalu fanatis dengan satu pemahaman," tuturnya.

Baca Juga: Polrestabes Bandung Larang Gelar Sahur On The Road, Ini Alasannya

Hikmah lainnya, sambung dia, yang dirinya dapat adalah bisa lebih menghargai manusia yang lain. Ketika kejadian rekan-rekannya banyak yang menghujat, lantas bagaimana kepedihan yang dirasakan keluarganya.

"Dari sana kita tahu, ketika kita melakukan suatu aksi yang menyebabkan satu nyawa menghilang, rasa kehilangan yang sama pun juga turut dirasakan oleh teman-teman kita yang meninggal," bebernya.

"Akhirnya disana kita harus lebih berhati-hati dalam urusan darah dan kehormatan kaum muslimin, khususnya dan umumnya manusia," sambungnya.

Baca Juga: Stabilkan Harga, Disdagin Kota Bandung Siapkan Operasi Pasar Minyak Goreng Curah

Oleh karena itu, lanjut ia mengatakan, agar tidak terjerembab ke dalam pemahaman yang salah perlu ada klarifikasi dan pendalaman, seperti berguru agama kepada ahlinya.

"Kemudian ketika ada pemahaman yang berbeda coba diskusikan dengan yang lebih paham. Jangan langsung ditelan mentah-mentah," imbuhnya.

Disinggung terkait masih adanya jaringan Abu Roban yang masih aktif, ia mengaku tidak mengetahui lantaran dirinya sudah terlepas dari kelompok tersebut.

Baca Juga: IJTI Sangkuriang Kecam Aksi Pemukulan Oknum Polisi Terhadap Wartawan di Sumedang

"Saya tidak tahu karena sudah lepas dari itu semua. Saya juga ketika itu di kafirkan," tegasnya.

Adapun hikmah lain yang dirinya rasakan ketika dikafirkan oleh teman sendiri, yaitu perasaan tidak enak.

"Akhirnya kita sadar ketika dikafirkan itu engga enak," pungkasnya. (Agus Satia Negara)


Editor : inilahkoran