Ini Peran Mahasiswa UPI pada Program Kampus Mengajar Untuk Jenjang Pendidikannya
ahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berhasil meraih prestasi program merdeka belajar kampus merdeka (MBKM)
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berhasil meraih prestasi program merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) untuk skema program Kampus Mengajar Angkatan ke-3.
Program Kampus Mengajar merupakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Program ini diikuti oleh mahasiswa pada perguruan tinggi secara nasional di Indonesia.
Direktur Pendidikan UPI Asep Supriatna mengatakan, pada program Kampus Mengajar Angkatan ke-3 ini mahasiwa UPI yang berhasil lolos seleksi sebanyak 563 mahasiswa.
Baca Juga: Pindah ke Dago Cikapayang, Gedung Merdeka Kini Disulap Jadi Pospam Mudik Lebaran 2022
Secara keseluruhan jumlah mahasiswa UPI yang diterima dan lolos seleksi program kampus mengajar tiga Angkatan dari tahun 2021 sampai Tahun 2022 saat ini yaitu sebanyak 2218 mahasiswa dengan rincian Angkatan ke-1 sebanyak 661 mahasiswa, angkata ke-2 sebanyak 994 mahasiswa serta Angkatan ke-3 sebanyak 563 mahasiswa.
"Dengan tingginya jumlah partisipasi mahasiswa UPI dalam program kampus mengajar secara nasional. UPI menerima pengahargaan pada Anugerah Diktiristek Tahun 2021 sebagai perguruan tinggi dengan mahasiswa terbanyak dalam Program MBKM pada kategori program kampus mengajar," ujar Asep Supriatna, Senin 25 April 2022.
Dia menjelaskan, bahwa tujuan program kampus mengajar di satuan pendidikan dalam rangka memberikan kesempatan bagi mahasiswa yang memiliki minat dalam bidang pendidikan untuk turut serta mengajarkan dan memperdalam ilmunya dengan cara menjadi guru di satuan pendidikan.
Baca Juga: Pemkot Bandung Gandeng Mahasiswa UPI Rancang Ruang Publik Ramah Lingkungan dan Disabilitas
"Ini juga kan untuk membantu meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan, serta penguatan terhadap relevansi pendidikan dasar dan menengah dengan pendidikan tinggi dan perkembangan zaman," ucapnya.
Sementara itu, salah satu mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UPI selaku peserta program kampus mengajar Pitriani menjelaskan, bahwa program kampus mengajar ini bermanfaat bagi dirinya pribadi untuk mengajar siswa sekolah dasar secara langsung serta mengetahui seberapa kesulitannya para guru menghadapi siswa pada masa pendemi Covid-19.
"Terutama pada literasi dan numerasi serta adaptasi teknologi," tambah Pitriani. *** (okky adiana)
Editor : inilahkoran


