Pemda KBB Targetkan 10 Ribu Petani dan Peternak Zilenial

Kabupaten Bandung Barat (KBB) merupakan salah satu wilayah yang memiliki keuntungan bonus demografi. program petani dan peternak zilenial

Pemda KBB Targetkan 10 Ribu Petani dan Peternak Zilenial
Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal melakukan regenerasi di bidang pertanian dan peternakan melalui program petani dan peternak zilenial.
 
INILAHKORAN, Ngamprah - Kabupaten Bandung Barat (KBB) merupakan salah satu wilayah yang memiliki keuntungan bonus demografi.
 
Melihat peluang tersebut, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal melakukan regenerasi di bidang pertanian dan peternakan melalui program petani dan peternak zilenial.
 
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan mengatakan, pihaknya menargetkan sebanyak 10 ribu petani dan peternak zilenial sampai akhir masa jabatannya.
 
 
"Saya harap regenerasi petani dan peternak ini bisa kita perbanyak. Selain target, kita siapkan masa depan mereka," katanya, Senin 25 April 2022.
 
Dengan begitu, sambung dia, diharapkan program petani dan peternak zilenial ini bisa diminati banyak petani zilenial.
 
"Harapannya dengan target 10 ribu petani dan peternak zilenial meski setelah masa jabatan atau seleksi alam bisa terus berjalan dan berharap yang terbaik," ujarnya.
 
 
Disinggung terkait keterlibatan pihak swasta, ia menjelaskan, dengan adanya iming-iming petani dan peternak zilenial dengan masa depan cerah dengan rumah dan penghasilan mantap perlu adanya pihak ketiga yang memfasilitasi hal tersebut.
 
"Kita harus buat bagaimana petani ini keren, sehingga banyak anak muda atau usia zilenial ini yang mau menjadi petani zilenial," jelasnya.
 
Ia mengaku, pihaknya membutuhkan regenerasi petani dan peternak zilenial. Oleh karenanya, jangan sampai petani atau peternak itu tidak sejahtera.
 
 
"Jangan sampai ada petani dan peternak yang kotor dan kumuh. Makanya, kita bikin mereka keren," ujarnya.
 
Termasuk, lanjut dia, dengan menyiapkan fasilitas agar mereka memiliki rumah. Sehingga mereka berbondong-bondong tertarik untuk menjadi petani dan peternak zilenial.
 
"Saya harap generasi z yang berusia 17-21 tahun yang tidak melanjutkan kuliah atau karena faktor lain bisa mengikuti program ini," ujarnya. 
 
 
"Karena kita ingin ke depan KBB ini bisa membangkitkan kemandirian pangan, dengan begitu tidak impor lagi. Harapan kita nanti mereka menjadi pahlawan atau penyelamat pangan nasional," pungkasnya.*** (agus satia negara).
 
 
 


Editor : inilahkoran