INILAHKORAN, Cimahi- Kemunculan penyakit hepatitis akut yang merebak di sejumlah wilayah di Indonesia kembali menyita perhatian semua pihak, termasuk Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana.
Penyakit hepatitis akut ini disebut-sebut mematikan dan menyebabkan pasien yang terinfeksi meninggal dunia.
Kendati begitu, hingga saat ini di Jawa Barat belum ditemukan kasus kemunculan hepatitis akut.
Adapun tiga pasien yang dinyatakan meninggal dunia di RSCM Jakarta dan terdiagnosis mengidap penyakit hepatitis akut diketahui sebagai warga DKI Jakarta bukan dari Jabar.
Menyikapi ancaman penyakit hepatitis akut, Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, pihaknya bakal terus waspada dalam menghadapi fenomena baru yang terjadi di masyarakat.
Termasuk, sambung dia, dengan adanya kemunculan penyakit hepatitis akut yang tengah melanda di sejumlah wilayah di Indonesia.
"Kami akan terus waspada dan melakukan berbagai langkah antisipasi sebelum kasus itu betul-betul muncul di Cimahi," katanya kepada wartawan.
Ia menyebut, pihaknya sudah mengintruksikan kepada jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi untuk melakukan pengecekan ke lapangan sekaligus mencari informasi yang akurat terkait dengan penyakit hepatitis akut tersebut.
"Sementara kepada masyarakat diminta supaya tetap menerapkan prokes dan pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit berbahaya," sebutnya.
Ia meminta, masyarakat harus terapkan pola hidup sehat dengan makan makanan yang bergizi, menjaga pola tidur, dan istirahat yang cukup.
"Karena kemunculan penyakit hepatitis akut di tengah pandemi COVID-19 harus diwaspadai oleh semua pihak," ujarnya.
Kendati demikian, kata dia, kabar baiknya kasus COVID-19 di Cimahi terus turun dan hanya tinggal menyisakan 14 kasus positif. Bahkan untuk vaksinasi sudah mencapai target yang dicanangkan.
"Kalau untuk progres vaksinasi COVID-19 sudah sangat baik, dosis satu sudah lebih dari 100 persen dan booster sebelum lebaran kemarin sudah diangka 30,11 persen," pungkasnya.*** (agus satia negara).