Geger! Pembunuh Wanita Asal Padalarang Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon, Lehernya Nyaris Putus

Geger, pembunuh Wiwin Setiani janda asal Padalarang KBB ditemukan tewas tergantung di pohon nangka, Selasa 12 Mei 2022.

Geger! Pembunuh Wanita Asal Padalarang Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon, Lehernya Nyaris Putus
Ilustrasi pembunuh janda di KBB tewas tergantung di pohon.

INILAHKORAN, Bandung- Media sosial geger mendapati kabar bahwa pembunuh seorang janda Wiwin Setiani asal Gunung Bentang, Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, KBB ditemukan tewas tergantung di sebuah pohon nangka, Kamis 12 Mei 2022.

Kabar tewasnya pembunuh Wiwin Setiani asal KBB, itu diunggah akun instagram @mata_dewa 2022.

Diduga, pembunuh Wiwin Setiani asal KBB itu tewas gantung diri.

Baca Juga: Misi Francesco Bagnaia Lanjutkan Momentum di MotoGP Le Mans

Warga sekitar pun langsung heboh mendapati sang pembunuh tewas dengan leher yang nyaris terputus.

Warga langsung berkerumun di sekitar lokasi kejadian.

"Pagi ini rumah pelaku pembunuh janda muda gunung bentang Padalarang ramai dikunjungi warga setempat, setelah mendapatkan informasi bahwa M si pembunuh W ditemukan tewas tergantung dan leher hampir putus" tulis akun Instagram @mata_dewa 2022.

Baca Juga: Indonesia Tantang China di Perempatfinal Piala Thomas dan Piala Uber 2022, Berikut Hasil Undiannya

Akun tersebut lantas membeberkan dugaan si pembunuh nekat gantung diri.

"Menurut warga pelaku menghabisi nyawanya sendiri karena stress dengan kasus ini." tulis akun tersebut.

Hanya saja, hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian atas tindakan bunuh diri yang dilakukan oleh M yang tega menghabisi nyawa W dengan menggunakan senjata tajam.

Baca Juga: Dari IZ*ONE Jadi LE SSERAFIM, Begini Kedekana Sakuran dan Chaewon yang Berubah Jauh Lebih Baik

Fakta Polisi

Sebelumnya diberitakan, kasus pembunuhan Wiwin Setiani (30) warga Kampung Gunung Bentang RT 04 RW 14, Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) memasuki babak baru.

Pasalnya, polisi mengungkap adanya ancaman yang dilakukan pelaku (Mulyadi) sebelum terjadinya peristiwa pembunuhan tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, keluarga korban pembunuhan atas nama Wiwin Setiani (30), warga Kampung Gunung Bentang RT 04 RW 14, Desa Jayamekar, Padalarang sempat mendatangi Polsek Padalarang.

Baca Juga: Girl Grup DIA Resmi Bubar Setelah Comeback dengan Merilis Album Terakhir pada Bulan Agustus

"Selama di Polsek Padalarang yang diterima KSPK Aiptu Iwan Novriawan dan Bripka Suhedi, bapa Mimin bercerita banyak soal ancaman yang dilakukan oleh pelaku," kata Kapolres Cimahi, AKBP Imron Ermawan di Mapolres Cimahi, Rabu 11 Mei 2022.

Ia menyebut, dari kedua petugas piket SPK tersebut memanggil piket Reskrim lantaran ada dugaan pidana yakni Aiptu Masdi dan mendengarkan laporan tersebut.

"Selanjutnya diperoleh informasi bahwa almarhum dengan pelaku mempunyai hubungan asmara," ujarnya.

Baca Juga: Sinopsis Ikatan Cinta Kamis 12 Mei 2022: Mama Sarah Panik Soal Tes DNA, Papa Surya dan Papa Candra Curiga?

Namun berdasarkan informasi, sebut dia, ayah korban yakni Mimin (55) menolak rencana pernikahan keduanya antara korban dan pelaku. Pasalnya, pelaku dinilai mempunyai perangai tidak baik.

"Usai mendengar cerita tersebut, selanjutnya petugas dari Polsek Padalarang menyarankan untuk melakukan mediasi diatara kedua belah pihak. Terlebih sudah mempunyai rencana untuk menikah," ujarnya.

Lebih jauh ia menerangkan, usai disarankan untuk melakukan mediasi akhirnya pihak keluarga dan korban serta RT juga RW sepakat untuk mengambil langkah mediasi tersebut.

"Selanjutnya piket SPK berkoodinasi dengan petugas Bhabinkamtibmas bahwa akan dilakukan mediasi. Selanjutnya, pihak RT, RW juga dusun bersama petugas mencari keberadaan Mulyadi,"terangnya.

Baca Juga: Jadwal SIM Keliling Bandung Kamis 12 Mei 2022

Mengetahui keberadaannya (Mulyadi) tengah dicari, sambungnya, pelaku menghilang sejak tanggal 3 Mei 2022 dan datang kembali ke wilayah tersebut saat peristiwa nahas tersebut terjadi pada 8 Mei 2022.

"Setelah mengetahui dirinya (Mulyadi) tengah dicari aparat serta RT, RW dan Kadus serta masyarakat langsung tidak ada di rumah dan hanya ada keluarga. Selang lima hari tersangka datang dan terjadilah penganiayaan yang menyebabkan meninggal dunia," tandasnya. *** (agus satia negara).

 

 


Editor : inilahkoran