INILAHKORAN, Ngamprah- Pelaku pembunuhan Wiwin Setiani (30) warga Kampung Gunung Bentang RT 04 RW 14, Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Mulyadi ditemukan tewas karena gantung diri.
Seperti diberitakan sebelumnya, tim gabungan dari Polres Cimahi, Polsek Padalarang dibantu warga hingga hari ketiga terus melakukan pencarian terhadap pelaku M.
Namun, pada Kamis 12 Mei 2022, M ditemukan aparat kepolisian dalam keadaan tewas gantung diri di Kampung Gantungan RW 13, Desa Jayamekar.
"Iya tadi pagi sekitar jam 06.00 WIB pagi ketahuan udah menggantung diri," kata Kepala Desa Jayamekar, Situ Khoiriyah kepada wartawan, Kamis 12 Mei 2022.
Ia menuturkan, lokasi penemuannya masih berada di dekat rumah pelaku dan karena lokasi tersebut juga merupakan titik pencarian.
"Iya masih wilayah sana karena memang dipager sama reserse dan provost semua," tuturnya.
Ia menyebut, polisi dan masyarakat juga melakukan pencarian di lokasi penemuan pelaku karena memang ada kecurigaan ada di sana dari kemarin itu.
"Cuma kayanya memang dia itu sudah habis akal mau gimana dan mau ke mana. Jadi yaudah gantung diri," sebutnya.
Ia menyebut, yang menemukan pelaku M gantung diri itu dari pihak reserse yang tengah berjaga di lokasi tersebut.
"Sekarang masih diautopsi di RS Sartikaasih," sebutnya.
Ia mengaku, sebetulnya yang menjadi kesulitan dalam pencarian itu medan lokasi yang dicurigai, tapi memang tanda-tanda pelaku ada di sekitar situ.
"Memang sudah kita curigai karena ada warga yang mau ke kebun kemudian nyimpen nasi tiba-tiba hilang. Berarti kita curigai dimakan sama yang lapar," ujarnya.
Selain itu, sambung dia, ada juga yang melihat pelaku ke warung untuk membeli rokok. Namun, menuturkan informasi pelaku menggunakan masker dan topi.
"Kalau yang punya warung kan gak hafal, sementara ada anak-anak yang tahu kaya yang di media dan di medsos," ujarnya.
Makanya, sambung dia, semua elemen mulai dari aparat kepolisian dan warga mencari di sana sampai subuh tadi. Kemudian ditemukan sudah gantung diri.
"Insyaallah nanti akan ada sosialisasi kepada masyarakat agar waspada dan menjauhkan diri dari hal-hal yang seperti ini dan juga lebih mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala," pungkasnya.*** (agus satia negara).