Belum Ditemukan Adanya PMK di Hewan Ternak, DKPP Kota Bandung Tetap Waspada
DKPP Kota Bandun belum menemukan adanya hewan ternak yang terjangkit PMK kendati begitu DKPP tetap mewaspadainya dan melakukanpengecekan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung Gin Gin Ginanjar mengaku belum menemukan adanya kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menjangkiti hewan ternak di Kota Bandung.
Hal tersebut, dipastikan Gin Gin Ginanjar setelah DKPP Kota Bandung melakukan monitoring, pengawasan dan pengendalian kesehatan hewan ternak. Baik melalui group komunikasi terbuka para peternak, maupun dilakukan tim secara langsung.
"Kita juga memiliki sistem data terpadu untuk dilaporkan ke pemerintah pusat, dan itu kita lakukan dalam satu minggu sekali. Nah data yang kita berikan ini berisikan informasi kesehatan hewan ternak di Kota Bandung," kata Gin Gin Ginanjar pada Kamis 12 Mei 2022.
Baca Juga: DKPP Jabar Bentuk Unit Respon Cepat Cegah PMK di Hewan Ternak
Gin Gin Ginanjar menegaskan bahwa DKPP Kota Bandung hingga saat ini terus melakukan pemeriksaan ke beberapa kelompok peternak. Secara umum, Gin Gin kembali memastikan, bahwa Kota Bandung masih relatif terkendali terhitung 1986 lalu.
"Sejak tahun 1986, kasus PMK di Kota Bandung sudah tidak ada. Jadi kasus PMK di Jawa Timur itu masih bersifat lokal. Sekarang yang perlu didorong adalah bagaimana upaya pemerintah pusat melakukan lockdown agar penyakit ini tidak menyebar," ucapnya.
Gin Gin tak menampik bahwa mayoritas hewan ternak di rumah potong hewan (RPH) yang tersebar di Kota Bandung didatangkan dari luar daerah. Namun secara teknis, setiap hewan ternak yang datang, harus melalui pemeriksaan dan dilengkapi dokumen.
Baca Juga: BPS Kota Bandung Lanjutkan Sensus Penduduk Bulan Ini
"Seperti adanya surat asal hewan, surat kesehatan hewan. Itu harus diketahui dan ditandatangani oleh dokter hewan dimana hewan itu berasal. Jadi hewan yang datang ke Kota Bandung bisa dijamin kesehatan dan keamanannya untuk dikonsumsi," ujar dia. *** (Yogo Triastopo)
Editor : inilahkoran


