Sempat Terinfeksi PMK, Puluhan Hewan Ternak di KBB Dinyatakan Sembuh

Puluhan hewan ternak di KBB yang sempat positif PMK kini dinyatakan sembuh usai dilakukan isolasi dan perawatan

Sempat Terinfeksi PMK, Puluhan Hewan Ternak di KBB Dinyatakan Sembuh
Dispernakan KBB pastikan hewan ternak yang positif PMK kini sudah sembuh.

INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Peternakan dan Perikanan (Dispernakan) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan puluhan hewan ternak yang sempat terjangkit wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayahnya akhirnya sembuh usai menjalani isolasi dan pengobatan.

Seperti diketahui sebanyak 30 hewan ternak di KBB terkena wabah PMK, bahkan ada dua sapi yang terpaksa dipotong untuk mencegah penularan yang lebih banyak. Laporan hewan ternak yang terkena PMK itu tersebar di Kecamatan Lembang, Cisarua, Batujajar, Cipeundeuy.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dispernakan, KBB, Wiwin Aprianti mengatakan, puluhan ternak yang sempat terpapar PMK didominasi oleh sapi.

Baca Juga: Waspada PMK di KBB, Hengky Imbau Hal Ini ke Peternak

Ia menuturkan, usai dipisahkan dan ditangani secara intensif akhirnya berhasil disembuhkan.

"Semuanya yang sempat kena PMK, sudah sembuh, dan tidak ada laporan lagi soal temuan kasus ini di KBB," katanya saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan menjelaskan, jenis virus PMK yang beredar di Indonesia adalah Serotipe : O, Topotipe : ME-SA, Lineage : Ind-2001, dan Sublineage : e.

"Guna mencegah penyakit tersebut, Pusat Veteriner Farma tenga membuat vaksin PMK dan ditargetkan selesai minggu keempat Agustus 2022," jelasnya.

Baca Juga: Ratusan Perawat Non PNS di KBB Terancam Menganggur, Jika Kebijakan Ini Diterapkan

Ia mengaku, pihaknya saat ini tinggal menunggu tersedianya vaksin tersebut untuk kemudian melakukan vaksinasi kepada hewan ternak untuk meminimalisasi terjadinya penyebaran.

Ia menyebut, engajuan usulan jumlah vaksin sudah disampaikan ke Pemprov Jabar dan tinggal menunggu realisasi.

"Kami mengusulkan sebanyak 30 ribu dosis vaksin, nantinya semua sapi akan divaksin," jelasnya.

Kendati demikian, apabila masih ada sisa vaksin maka akan dilakukan vaksinasi ke domba dan kambing yang juga rentan terpapar.

Baca Juga: Ini Kronologis Mini Market di KBB Kembali Dibobol Maling

"Saat ini jumlah populasi sapi perah di KBB ada sebanyak 27.166 ekor, tersebar di KPSBU Lembang sebanyak 19.712, KUD Puspamekar 2.054, KUD Sarwamukti 2.000, Barokah 600, Alam Sukawana 400, Lembah Kemuning 800, Kurnia Rahayu 800, dan CV Pratama 800 ekor," sebutnya.

Sementara, lanjut dia menerangkan, untuk jumlah populasi sapi potong impor sebanyak 1.316 ekor tersebar ditiga feedlotter, yakni di GSM di kandang SNI 458 ekor, Berkah di kandang SNI 328 ekor, dan CABS 530 ekor.

Sedangkan, tambah dia, untuk populasi sapi potong lokal dibandar jumlahnya sekitar 510 ekor dan di peternak ada 700 ekor tersebar di 16 kecamatan.

"Jadi dengan usulan 30 ribu vaksin dan jika disetujui semua, maka kemungkinan bisa mengcover hewan ternak yang ada di KBB," tandasnya.***(agus satia negara).


Editor : inilahkoran