Angka Kasus COVID-19 di KBB Kembali Menurun, Pasien Positif Pilih Isoman

Angka positif Covid-19 di KBB kembali menurun dan para pasien yang positif lebbih memilih isoman walaupun sempat naik

Angka Kasus COVID-19 di KBB Kembali Menurun, Pasien Positif Pilih Isoman
ilustrasi kasus Covd-19 di KBB menurun.

INILAHKORAN, Ngamprah - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali bisa bernafas lega lantaran angka kasus positif COVID-19 kembali mengalami penurunan.

Padahal, sebelumnya kasus COVID-19 di KBB sempat dinyatakan mengalami peningkatan pasca libur lebaran.

Juru Bicara Tim Satgas COVID-19, Pemda KBB, Agus Ganjar Hidayat mengatakan, sebelumnya jumlah kasus COVID-19 sempat mencapai 16 kasus, kini kembali turun menjadi 6 kasus.

Baca Juga: Guru di KBB Mau Ikut Program CGP? Begini Penjelasannya

"Masing-masing terdapat di Kecamatan Parongpong dua kasus, sementara di Kecamatan Cisarua, Ngamprah, Lembang, dan Cipatat, masing-masing satu kasus positif," katanya.

"Berdasarkan data Dinas Kesehatan KBB, pada 28 Mei 2022, kasus positif aktif COVID-19 tinggal enam kasus," sebutnya.

Ia menjelaskan, pasien yang terindikasi positif COVID-19 itu semuanya melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah. Sehingga sebanyak enam rumah sakit rujukan bagi pasien COVID-19 di KBB semua bed kondisinya kosong.

"Makanya BOR-nya 0 persen, karena meski ada yang positif tapi mereka isoman di rumah masing-masing," ujarnya.

Baca Juga: Naik Haji di KBB Harus Tunggu 21 Tahun, Begini Penjelasan Kemenag

Terkait dengan progres vaksinasi, terang dia, untuk dosis satu sudah mencapai 101,82 persen, dosis dua 82,56 persen, dan dosis tiga 34,62 persen.

"Sedangkan untuk lansia dosis satu sudah mencapai 113,68 persen, dosis dua 90,15 persen, dan dosis tiga 48,64 persen," terangnya

Sementara itu, Kasubag TU RSUD Cikalongwetan, Suryana mengakui bahwa ruang perawatan pasien COVID-19 di rumah sakit rujukan di KBB saat ini dalam keadaan kosong .

Baca Juga: Soal Promosi Ridwan Ansori ke Persib, Ini Pengakuan Robert Alberts

Ia menyebut, total tersedia 34 bed pasien COVID-19 ditambah 12 bed ICU COVID-19 bantuan dari pemerintah pusat. Namun saat ini semua bed tersebut kondisinya kosong.

"Kalau sekarang, sejak Omicron, bed pasien COVID-19 sudah lama kosong. Dulu ketika varian delta, bed penuh, malahan kurang karena selalu ada pasien yang antre. Terkadang dalam sehari ada tujuh pasien yang meninggal dunia," ujarnya.*** (agus satia negara).


Editor : inilahkoran