Berseliweran Ramalan Tentang Nasib Emmeril Khan Mumtadz, Begini Reaksi Keluarga Ridwan Kamil
Banyak yang ramal nasib Emmeril Khan Mumtadz usai hanyut di Sungai Aare Swiss. Begini reaksi pihak keluarga Ridwan Kamil.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Adik Kandung Ridwan Kamil, Elpi Nazmuzaman menyampaikan pihak keluarga tidak ingin ambil pusing menyikapi munculnya ramalan tentang nasib Emmeril Kahn Mumtadz (Eril).
Seperti diketahui Emmeril Khan Mumtadz, putra sulung Ridwan Kamil, itu masih dinyatakan hilang usai terseret arus Sungai Aare, Bern, Swiss, Kamis 26 Mei 2022 lalu.
Keluarga Ridwan Kamil menegaskan, akan berpedoman kepada syariat islam dan cara kerja profesional dalam mencari keberadaan Emmeril Khan Mumtadz.
Baca Juga: Relawan Ridwan Kamil di Bandung Gelar Doa Bersama Mohon Keselamatan Emmeril Khan Mumtadz
"Kami hanya mengikuti panduan sesuai keyakinan yang kami miliki yaitu akidah dan ajaran Islam," ujar Elpi.
Kendati demikian, Elpi menilai, hal itu sebagai bentuk perhatian kepada Ridwan Kamil dan Keluarga.
"Memang ini adalah ekspresi, rasa kasih sayang dari berbagai pihak. Kami berterima kasih. Bentuk kasih sayang dan simpati orang ini berbeda, sesuai pengalaman, pengetahuan dan keyakainannya," katanya.
Baca Juga: Hadapi Idul Adha, Pemprov Jabar Klaim Siap Penuhi Kebutuhan Hewan Kurban Sehat
Elpi menegaskan, saat ini kondisi keluarga sangat kompak serta mengikuti sikap tegar yang dicontohkan oleh Kang Emil dan Ibu Atalia.
"Prinsipnya untuk hal sifatnya gaib, kami hanya mengikuti tuntunan yang sesuai syariat agama Islam. Karena apapun yang Allah takdirkan harus dijalani sesuai tuntunan syariat agar kami tidak dijauhkan dari rida Allah. Semoga apapun yang diputuskan, kami sikapi dan mendapat rida Allah," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat Rahmat Syafei menyampaikan merasa ironis melihat fenomena hadirnya para peramal dan seolah diberi panggung dalam tiap musibah besar.
Baca Juga: Gelombang 31 Kartu Prakerja Telah Dibuka!
Dia berharap masyarakat bisa ikut berempati dan tak memperkeruh situasi saat orang lain sedang mendapat musibah.
"Kepada masyarakat jangan memperkeruh suasana dengan mengomentari pendapat paranormal seolah membenarkan," ujar Rahmat.
Rahmat Syafei berharap masyarakat bersikap cerdas dan tak mempercayai ramalan para paranormal. MUI sendiri mengaskan bahwa perdukunan tidak boleh diikuti.
Baca Juga: Lirik Laguâ Perjalanan Pulang – Chintya Gabriella
"Masyarakat juga diimbau tidak memberikan pembenaran, harusnya memberikan pencerahan," katanya.***(Riantonurdiansyah)
Editor : inilahkoran


