Mengaku Khilaf, Puluhan Anggota NII di Cileunyi Ikrarkan Diri Kembali ke NKRI

49 anggota NII mengaku khilaf dan kembali mengikrarkan diri untuk NKRI. Mereka ungkap modus penyebaran aliran yang satu ini.

Mengaku Khilaf, Puluhan Anggota NII di Cileunyi Ikrarkan Diri Kembali ke NKRI
Sebanyak 49 anggota NII di Cileunyi mengikrarkan diri kembali kepada NKRI.

INILAHKORAN, Bandung- Sebanyak 49 orang anggota dan pimpinan Negara Islam Indonesia (NII) di Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung, mengiklarkan diri kembali kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Keputusan 49 anggota NII di Cileunyi untuk kembali kepangkuan Ibu Pertiwi, itu mereka lakukan sukarela dan menyadari kekhilafannya selama ini.

"Alasan kami kembali ke NKRI karena dirasakan hanyalah kebohongan-kebohongan saja. Kami seperti sapi perahan saja, harus mentaati dan menuruti apa kata pimpinan tanpa mengerti apa maksud dan tujuannya. Seperti soal keuangan, kami enggak tahu kemana itu larinya, padahal setiap bulan diwajibkan setor," kata Ade mantan Camat NII untuk wilayah Cileunyi, usai mengucapkan sumpah setia kepada NKRI di Aula Kantor Kecamatan Cileunyi, Senin 30 Mei 2022.

Baca Juga: Menpora Zainudin Amali Sebut UPI Cocok Jadi Tempat TC Timnas Sepak Bola Indonesia

Dikatakan Ade, cara mereka merekrut calon anggota NII ini, bisa dilakukan dimana saja.

Seperti di masjid-masjid dan tempat rekreasi. Sasaran orang yang direkrut pun datang dari latar belakang yang beragam.

Dari mulai kalangan menengah bawah hingga kalangan atas. Bahkan, ada anggota NII yang bergelar profesor.

"Iming-iming yang dijanjkam adalah tentang surga, ajaran agama Islam yang benar. Sasaran semua kalangan, terutama anak-anak muda yang masih labil. Kalau dari status ekonomi dari yang miskin sampai kaya ada, bahkan yang profesor pun ada," ujarnya.

Baca Juga: Gerakan-gerakan Sholat Ini Bisa Kabulkan Doa, Ustadz Adi Hidayat: Harus Sempurna

Ade menjelaskan, dalam tubuh NII pun terbagi kedalam beberapa faksi. Diantaranya, NII KW9 pimpinan Panji Gumilang, NII Jakaria, NII MYT, NII Syahadatain dan beberapa faksi lainnya.

Dari semua faksi tersebut, pada dasarnya semua mengajarkan kebohongan dibungkus dengan bujuk rayu.

Ia berharap, kepada semua anggota NII yang aktif dapat segera sadar dan bertaubat serta kembali kepada pangkuan Ibu Pertiwi.

"Kepada masyarakat juga saya imbau jangan mudah terpengaruh jika ada yang mengajak. Lebih segera berkoordinasi dengan aparat terkait jika merasakan adanya kejanggalan. Selain itu, setelah menyatakan diri kembali kepada NKRI kami juga meminta perlindungan kepada pemerintah dan TNI Polri. Apalagi banyak mantan anggota NII ini yang ekonominya terpuruk karena habis oleh NII," kata Ade yang mengaku bergabung dengan NII sejak 1996 dan menjadi Camat NII sejak 2006 lalu itu.

Baca Juga: Kalau Usung Raffi Ahmad Jadi Capres 2024, Para Pendukung Bakal Tinggalkan PKS?

Menurut Ade, pentingnya para mantan anggota NII ini mendapatkan perlindungan dan bimbingan dari pemerintah, TNI dan Polri ini.

Karena dengan idiologi yang campur aduk, ditambah dengan terpuruknya perekonomian.

Mereka ini sangat rentan direkrut atau terjerumus kepada aliran radikal terorisme.

"Saya dan kawan-kawan juga Insa Alloh akan mengajak kawan uang masih di dalam (NII). Tentunya kami akan melakukan pendekatan dan argumen, seperti dulu kami merekrut masuk kedalam NII," ujarnya.

Kepala Kesbangpol Kabupaten Bandung, Ajat Sudrajat mengaku gembira dengan keputusan 49 orang warganya yang ingin kembali kepangkuan Ibu Pertiwi.

Semoga saja, langkah ke 49 orang mantan anggota NII ini dapat diikuti oleh anggota lainnya.

Baca Juga: Kepala Daerah dari PKS Ingin Raffi Ahmad Jadi Capres 2024, Ketua DPP PKS: Bukan Anies Baswedan

Kata dia, di Kabupaten Bandung, pihaknya mendeteksi kelompok sempalan ini terdapat di delapan kecamatan. Yakni di Kecamatan Paseh, Cikancung, Nagreg, Majalaya, Solokanjeruk, Cangkuang dan Pameungpeuk.

"Saya harap Kabupaten Bandung bisa zero NII ataupun sempalan lainnya. Selama ini Kesbangpol selalu memonitor dan melakukan pendataan. Dan kami punya data yang lengkap, mulai dari lurah hingga Bupatinya ada. Di Kabupaten Bandung, kurang lebih ada 3000 an orang," kata Ajat.

Ajat menjelaskan, jumlah pengikut NII di Kabupaten Bandung itu justru bertambah pada 2021.

Khususnya diwilayah Kecamatan Paseh. Sebagian besar dari mereka ini adalah dari golongan ekonomi lemah.

Baca Juga: Kapolres Cimahi Beri Peringatan Keras bagi Kelompok Berandalan Bermotor yang Kerap Meresahkan

"Maka dari itu, untuk rehabilitasinya, kami juga akan masuk melalui pemberdayaan ekonomi. Agar mereka memiliki kemandirian dan tidak mudah terpengaruh hal-hal seperti itu," katanya.***(rd dani r nugraha).

 

 

 


Editor : inilahkoran