Kendalikan Angka Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Cimahi Gencarkan Layanan Keluarga Berencana
Tekan laju pertumbuhan penduduk, Pemkot Cimahi terus gencarkan sosialisasi dan pelayanan Keluarga Berencana (KB)
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi- Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi terus menggencarkan pelayanan Keluarga Berencana (KB). Hal itu dilakukan untuk mengendalikan angka pertumbuhan penduduk di Kota Cimahi.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Cimahi, Ngatiyana mengatakan, Pemkot Cimahi terus menggencarkan kegiatan layanan KB guna menekan laju pertumbuhan penduduk di wilayah Kota Cimahi yang kian padat.
Menurut Ngatiyana, jika langkah-langkah antisipasi seperti peningkatan layanan Keluarga Berencana tidak ditingkatkan, tentu saja hal itu akan menjadi persoalan serius di masa mendatang.
Baca Juga: Ekspresi Zara Adik Eril Jadi Sorotan Saat Ridwan Kamil Bertemu dengan Heinrich
Terlebih menurut Ngatiyana, berdasarkan Data Konsolidasi Bersih (DKB) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi Semester I Tahun 2021, dengan luas kota sebesar 40,37 km² jumlah penduduk Kota Cimahi mencapai 560.512 jiwa.
"Cimahi termasuk salah satu kota yang padat penduduk. Itu tentu harus menjadi pemikiran bersama," kata Ngatiyana, Selasa 31 Mei 2022.
Ia menilai, jumlah penduduk yang tidak terkendali akan menimbulkan banyak permasalahan sosial yang akan berdampak pada penurunan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Gempar...Mahasiswa Pemberani Bogor Laporkan Dugaan KKN Proyek RSUD Bogor Utara ke KPK
"Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk pengendalian jumlah penduduk adalah melalui program KB," ujarnya.
Ngatiyana menambahkan, pengendalian jumlah penduduk merupakan salah satu penting yang berkaitan dengan kesehatan dan kesejateraan masyarakat Kota Cimahi.
Oleh karenanya, Pemkot Cimahi mendukung penuh upaya pengendalian penduduk agar kesejahteraan penduduk Kota Cimahi dapat terwujud.
Baca Juga: Postingan Pertama Ridwan Kamil Pascamusibah Hilangnya Emmiril Kahn Mumtadz Dibanjiri Doa Netizen
"Program Pelayanan Aseptor KB MKJP merupakan agenda rutin Pemerintah Kota Cimahi," ujarnya.
Ia menerangkan, target pelayanan pemasangan kontrasepsi sebanyak 100 calon akseptor dari 15 kelurahan se-Kota Cimahi yang terdiri dari 87 calon akseptor Intrauterine Device (IUD) dan 13 calon akseptor implant.
"Berdasarkan catatan DP3AP2KB sebanyak 98 peserta merupakan akseptor baru, sedangkan 2 lainnya berstatus bongkar pasang," terangnya.
Selain sebagai program pengendalian penduduk, lanjut Ngatiyana, kegiatan layanan KB ini pun merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Cimahi ke-21.
"Mudah-mudahan kegiatan serupa bisa terus dilaksanak, tentunya dengan kerjasama dari berbagai pihak," pungkasnya. *** (Agus Satia Negara).
Sumber : Wawancara
Editor : inilahkoran


