Viral Video Konvoi Iring-iringan Bermotor dengan Poster Khilafah Melintas di KBB, Begini Tanggapan Kesbangpol
Kesbangpol KBB angkat bicara soal viralnya iring-iringkhilafan kendaraan yang membawa poster dan tulisan khilafah
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Sebuah video viral di media sosial kembali membuat heboh jagat maya. Pasalnya, dalam video tersebut terlihat iring-iringan konvoi kendaraan bermotor dengan membawa bendera serta poster khilafah yang melintas kawasan Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Dalam video berdurasi 33 detik tersebut terlihat sejumlah orang menggunakan roda dua membawa poster dan membagikan brosur ajakan mendirikan khilafah. Tak hanya itu, di bagian motor yang dikendarai peserta konvoi, ditempel poster-poster bernuansa kampanye khilafah.
Adapun salah satu tulisan dalam poster tersebut, yakni "Khilafah solusi tuntas problema ummat" dan bendera hijau bertuliskan kalimat bertuliskan huruf Arab.
Baca Juga: Tegas! Wapres Ma'ruf Amin Sebut Indonesia Tak Bisa Jadi Negara Khilafah
Video tersebut juga memperlihatkan percakapan salah seorang pengendara yang bertanya tentang konvoi tersebut karena mengira iring-iringan itu kampanye partai baru.
"Bade Ngempel dimana kang? (mau kumpul dimana kang?)," seorang pengendara yang melewati konvoi itu.
"Ah ieu pangaosan. Bade nguriring ka Ikhwan, (mau pengajian, ikut ke saudara)" jawab sejumlah orang tersebut.
Baca Juga: Menag : Sistem Khilafah Banyak Mudaratnya
Menanggapi hal itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) KBB, Suryaman mengatakan, kejadian tersebut beberapa pekan lalu di kawasan Kecamatan Parongpong dan Cisarua.
"Kejadian itu di wilayah Bandung Barat. Saat ini sedang diselidiki aparat penegak hukum," katanya kepada wartawan.
Ia menambahkan, pihaknya belum bisa menyimpulkan kegiatan konvoi tersebut berkorelasi dengan organisasi terlarang atau tidak.
Baca Juga: Soal Isu Khilafah, Bachtiar Nasir: Itu Sangat Tolol
"Kita tidak akan melebar kemana-mana dulu, yang pasti saat ini pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.
Ia menegaskan, pihaknya bakal terus gencar sosialisasikan ideologi negara yang sudah jelas yakni idelogi pancasila.
"Sehingga hal yang sudah terjadi itu tidak terulang kembali di wilayah kami," tegasnya. *** (agus satia negara).
Editor : inilahkoran


