Kucurkan Rp7,5 Miliar, Revitalisasi Stadion Sangkuriang Tahap I Rampung Juni
Dana segar Rp7,5 muiliar dikucurkan Disbudparpora Kota Cimahi untuk revitaliasasi stadion Sangkuriang
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi memastikan dokumen lelang revitalisasi Stadion Sangkuriang telah diserahkan ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, Setda Kota Cimahi.
Kendati demikian, Disbudparpora mengaku sebetulnya dokumen lelang kontruksi Stadion Sangkuriang itu sebetulnya sudah diserahkan pihaknya sejak April lalu.
Kepala Disbudparpora Kota Cimahi, Budi Raharja mengatakan, sebelumnya dokumen lelang revitalisasi Stadion Sangkuriang yang harus ditambahkan di antaranya aturan TKDN minimal 40 persen sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 29 tahun 2018 tentang Pemberdayaan Industri dan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
Baca Juga: Anggaran Sangat Minim, Stadion Sangkuriang Tak Bisa Full Direnovasi
"Itu sudah review yang diminta sudah kami serahkan lagi (ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa)," katanya.
Ia pun berharap, tender kontruksi revitalisasi Stadion Sangkuriang tahap pertama ini bisa rampung dan ditemukan pemenangnya Akhir Juni ini.
"Jadi pada awal Juni mendatang langsung dilakukan proses fisiknya," ujarnya.
Untuk tahap awal tersebut, terang dia, pihaknya bakal fokus untuk memperbaiki rumput lapangan yang rencananya menggunakan standar FIFA sesuai yang tercantum dalam Detail Enggineering Design (DED) yang sudah dibuat beberapa tahun lalu.
Baca Juga: Suasana Baru, Lapis Bogor Sangkuriang Siap Sambut Wisatawan di Stasiun Bogor
"Untuk kontruksi itu sekitar tiga bulan untuk menggali tanah dan penanaman rumput. Sesuai DED dari awal memang sesuai standar FIFA," tuturnya.
Ia menyebut, tahun 2022 ini pihaknya dibekali anggaran sekitar Rp7,5 miliar untuk tahap pertama merevitalisasi Stadion bersejarah tersebut.
"Khusus kontruksinya sekitar Rp 6 miliar lebih. Sedangkan sisanya untuk konsultan pengawas, manejemen kontruksi hingga kajian lainnya," sebutnya.*** (agus satia negara).
Editor : inilahkoran


