Rumah Makan Gratis Uwais di Ciwidey Manjakan Kaum Dhuafa dan Yatim Piatu

Para kaum dhuafa anak yatim kini bisa makan di tempat mewah secara gratis seperti di rumah makan gratis Uwais Ciwidey

Rumah Makan Gratis Uwais di Ciwidey Manjakan Kaum Dhuafa dan Yatim Piatu
Seorang warga tengah menyantap hidangan di rumah makan gratis Uwais. Setiap harinya bisa 100 kilogram beras habis untuk menyajikan makanan bagi para anak yatim piatu, dhuafa dan penghafal quran oleh rumah makan yang berada di Ciwidey Kabupaten Bandung ini.

INILAHKORAN, Soreang - Makan direstoran atau rumah makan mewah, mungkin selama ini hanya menjadi impian bagi orang tidak mampu. Namun mimpi itu bisa terwujud dengan adanya rumah makan gratis Uwais di Kampung/Desa Panyocokan Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung.

Rumah makan gratis Uwais yang didirikan pada November 2021 lalu itu, dalam sehari menghabiskan sekitar 100 kilogram beras dan berbagai bahan makanan lainnya.

Rumah makan gratis Uwais ini setiap hari menyediakan makan gratis untuk siapa saja, terutama kalangan menengah ke bawah yang ingin makan namun tak punya uang. Selain datang ke tempat, rumah makan ini juga mengantarkan makan untuk anak yatim, dhuafa dan juga para santri penghafal Alquran yang ada disalah satu pesantren di Ciwidey.

Baca Juga: Ridwan Kamil Tinjau Lokasi Jembatan Rubuh Akibat Luapan Sungai Ciwidey

"Alhamdulilah kami bis berbagi setiap hari kepada masyarakat kurang mampu yang ada di Ciwidey dan sekitarnya. Motivasi owners dari rumah makan gratis Uwais ini yah hanya ingin berbagi dan beramal saja. Sejak dibuka sampai sekarang respon masyarakat sangat baik," kata Koordinator rumah makan gratis Uwais Ciwidey, Ari Wibowo, Kamis 9 Juni 2022.

Suasana rumah makan ini, kata Ari, memang ditata sebagaimana layaknya restoran atau kafe. Meubeuleur, hiasan dinding dan tembok berwarna krem membuat tempat ini terasa mewah. Sebuah televisi LED berukuran besar yang terus menampilkan visual keadaan ditanah suci Mekah menemani pengunjung yang tengah bersantap.

Area parkir rumah makan yang berada ditepi jalan Kampung Panyocokan ini juga cukup luas. Jadi meskipun makan gratis, para pengunjung yang datang tetap merasa diperlakukan istimewa dan nyaman.

Baca Juga: Polda Jabar Terjunkan Personel Backup Penanganan Banjir Bandang Ciwidey

"Sengaja ditata sebaik mungkin agar masyarakat yang datang itu betah dan nyaman. Selain itu mungkin selama ini mereka berpikir tidak mungkin bisa makan di rumah makan yang mewah karena enggak punya uang. Nah disini siapapun bisa datang dan merasakan makan minum di rumah makan tanpa harus membayar," ujarnya.

Menu makanan yang disajikan di rumah makan gratis Uwais ini cukup beragam. Seperti ayam goreng, ayam bakar, rendang, sambal goreng kentang, bihun dan lain sebagainya. Tak hanya makanan untuk orang dewasa, rumah makan ini juga menyediakan makanan untuk anak-anak (kids meal), yang tidak pedas, seperti makanan olahan ikan, sosis dan lainnya. Semua ini berasal dari para donatur dan pemilik, yang dikerjakan oleh 10 orang personil rumah makan gratis Uwais.

"Dalam sehari rata-rata kami mengolah makanan untuk 700-800 porsi. Ini adalah cabang keempat, pusatnya ada di Balaraja Tangerang, kemudian ada di Jatinangor dan Bekasi. Semoga saja kedepannya bisa bertambah lagi," katanya.

Baca Juga: Catat Jadwal SIM Keliling Bandung Kamis 9 Juni 2022

Dasep (40) salah seorang tukang ojek yang biasa makan ditempat itu merasa bersyukur. Kehadiran rumah makan gratis Uwais ini bisa mengurangi pengeluaran sehari-hari.

Karena penghasilannya sebagai tukang ojeg tidak menentu. Ia dan kawan-kawannya sering mampir untuk makan dan sejenak melepas penat setelah seharian bekerja.

 "Sering kesini, Alhamdulilah bisa makan gratis. Bisa menghemat pengeluaran, jadi uang hasil mengojek bisa dibawa untuk anak istri di rumah," ujarnya.(rd dani r nugraha).


Editor : inilahkoran