Kereta Cepat Jakarta Bandung, Warga Desa Cilame KBB Kerap Diterjang Banjir Lantaran Drainase Terhalang Tiang

Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung memberi dampak negatif bagi warga Cilame KBB yang kerap dilanda banjir karena drainase terhalang.

Kereta Cepat Jakarta Bandung, Warga Desa Cilame KBB Kerap Diterjang Banjir Lantaran Drainase Terhalang Tiang
Dampak pembangunan mega proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung itu terus berulang terjadi. Warga Kompleks Taman Bunga Cilame, RW 23, Desa Cilame KBB merasakan akibatnya.

 

INILAHKORAN, Ngamprah - Proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung memberi dampak negatif bagi warga Cilame KBB yang kerap dilanda banjir.

Dampak pembangunan mega proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung itu terus berulang terjadi. Warga Kompleks Taman Bunga Cilame, RW 23, Desa Cilame KBB merasakan akibatnya.

Sebanyak tiga RT yang ada di RW 23 Desa Cilame KBB tersebut saat ini kerap dilanda banjir akibat pembangunan tiang pancang Kereta Cepat Jakarta Bandung yang menutupi saluran drainase.

Baca Juga: Ratusan Atlet Renang Jabar Perebutkan Piala Muhammad Farhan di Bandung Open Swimming Tournament 2022

Ketua RT 10, Firman Syahrudin mengatakan, banjir yang menerjang permukiman warga di kompleks tersebut terjadi setiap hujan mengguyur baik intensitasnya kecil maupun besar.

"Saat awal akan membangun itu (tiang pancang), warga enggak setuju karena nanti menyebabkan banjir. Sekarang terbukti, terjadi banjir di wilayah kami," katanya kepada wartawan.

Selain rumah warga, jelas dia, salah satu bangunan yang paling terdampak dari proyek strategis nasional itu yakni sebuah bangunan sekolah TK.

Baca Juga: Di Babak Penyisishan Grup Piala Presiden 2022 Persib Main Malam Hari? Robert Alberts: No Problem

"Air dari saluran drainase yang tak lagi ada muaranya selalu membanjiri bagian dalam bangunan," ujarnya.

Ia menyebut, lokasi tiang pancang tersebut berdekatan dengan bangunan sekolah TK.

"Air yang enggak masuk ke saluran itu menggerus tanah. Jadi bisa menyebabkan longsor. Sekarang anak-anak TK sekolahnya dipindahkan ke masjid," sebutnya.

Baca Juga: Persib vs Bali United Jadi Debut Robert Alberts di Stadion GBLA

Lebih lanjut ia menuturkan, saat awal pembangunan tiang pancang tersebut, pihak dari KCIC sempat menjanjikan akan ada perbaikan saluran drainase yang terdampak pembangunan.

Kendati demikian, sambung dia, hingga pembangunan tiang pancang itu rampung, janji tersebut tak kunjung terealisasi.

"Sekarang proyek sudah beres dan pelaksana pembangunan sudah enggak ada. Perwakilan warga sempat ketemu dengan pihak KCIC, katanya sudah enggak ada dana CSR. Kami bingung sekarang, karena kan awalnya mereka yang menjanjikan tapi ini enggak diperbaiki lagi," bebernya.

Baca Juga: Jenazah Almarhum Eril Akan Dimakamkan di Pemakaman Keluarga

Ia menyebut, warganya hanya menuntut agar segera ada tindaklanjut untuk permasalahan banjir yang kini kerap menerjang. Padahal, sebelumnya wilayah mereka sama sekali tak pernah disergap banjir.

"Kami sempat rembukan, kasarnya ingin menyampaikan aspirasi ke pemerintah, dari yang terdekat itu desa, kemudian kecamatan, dan Pemkab Bandung Barat minta ini ditanggulangi," pungkasnya. (Agus Satia Negara)


Editor : inilahkoran