PPDB Tahap I, SMAN 25 Bandung Terima 198 Siswa-Siswi

Sekolah Menegah Atas Negeri (SMAN) 25 Kota Bandung menerima 198 siswa dan siswi baru dalam pelaksanaan PPDB 2022

PPDB Tahap I, SMAN 25 Bandung Terima 198 Siswa-Siswi
SMAN 25 mengumumkan hasil penerimaan siswa baru dalam PPDB 2022.

INILAHKORAN, Bandung - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2022 untuk Tahap I baru saja di buka. Salah satunya adalah, Sekolah Menegah Atas Negeri (SMAN) 25 Kota Bandung, di Jalan Baturaden.

Advisor SMAN 25 Bandung Kholid mengatakan, untuk jalur keluarga ekonomi tidak mampu (KETM) yang masuk ke SMAN 25 Bandung 62 orang, sementara pendaftarnya 104 orang.

Jalur kondisi tertentu ada 12 orang yang mendaftar, sementara yang diterimanya itu ada 17 orang, jadi 5 orang ada limpahan dari sekolah lain. Nilai rapor yang mendaftarnya 370 orang, yang diterimanya 79 orang.

Baca Juga: PPDB Tahap I, SMAN 5 Bandung Terima 170 Siswa-Siswi Baru

Kejuaraan atau jalur prestasi yang mendaftarnya 30 orang, sementara yang diterimanya hanya 20 orang. Untuk jalur kejuaraan atau jalur prestasi mereka mengikuti Hafidz Quran 2 orang, Silat 2 orang, Tarung derajat 1 orang, Anggar 1 orang, Pramuka 1 orang dan Sepakbola 13 orang. Jumlahnya 20 orang.

Sementara untuk perpindahan tugas orang tua/wali/guru yang mendaftarnya 28 orang, sementara yang diterimanya hanya 20 orang.

"Jadi jumlah keseluruhan di SMAN 25 Bandung itu untuk tahap 1 dan 2, ada 356 orang. Tahap pertama 198, tahap kedua 198," ujar Kholid, yang juga guru di SMAN 25 Bandung, Selasa 21 Juni 2022.

Baca Juga: Begini Kata Dedi Supandi Terkait Evaluasi PPDB Tahap 1

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 25 Bandung Nina Napilah mengatakan, pertama, penentuan sekolah itu dilihat dari sumber daya manusianya. Tidak hanya guru, tapi juga ada layanan-layanan lain yang perlu disesuaikan antara SDM dengan kapasitas anak.

Kedua, dilihat dari sarana dan prasarananya. Apakah memadai dengan jumlah yang sedemikian banyak yang tersedia di SMAN 25 Bandung.

Sarana itu bukan hanya kelas saja, laboratoriumnya, hal-hal yang mendukung kegiatan siswa-siswi, misalnya kamar kecil, itu pun harus disesuaikan juga. Memang sampai saat ini, pihaknya masih bergerak untuk ideal, antara sarana dan jumlah siswa-siswinya.

Baca Juga: Kebangetan dari 40 Unit, Maling Sisakan 1 Komputer di Laboratorium SMAN 25 Bandung

"Jadi prioritas kita untuk sarana bagaimana memenuhi dukungan sarana dengan jumlah sidwa yang banyak itu, kita fokuskan kesana. Hasil dari analis kita, alhamdulillah kalau dilihat dari sarana dan jumlah guru, itu memungkìnkan," ucapnya. *** (Okky Adiana)


Editor : inilahkoran